Senin, 01 Juni 2020 20:02 WITA

"Ada Tonji Temukan Ka Kodong," Sepasang Lansia yang Tunanetra Menyepi di Hutan Jeneponto

Penulis: Samsul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Anggota DPRD Jeneponto, Hartono bersama Koa dan Nunrung.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Hartono merangkul pundak Koa (78) yang memegang pahanya. Di belakangnya ada Nunrung (65) yang berambut gondrong.

Hartono adalah anggota DPRD Jeneponto asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia sengaja jauh-jauh datang ke lereng Gunung Calleangin. Khusus menemui sepasang warga lanjut usia (lansia) itu.

Tidak mudah untuk menjangkau lokasi ini. Berjarak kurang lebih 15 kilometer dari jalan poros Jeneponto-Bantaeng. Sekitar enam kilometer dari Saluka, perkampungan terdekat dari rumah tempat mereka menyepi.

Calleangin sudah dekat dengan hutan lindung Pao-pao. Perbatasan Kabupaten Jeneponto dan Gowa bagian utara.

Medan menuju rumah itu terjal. Hanya ada jalan setapak atau jalan-jalan kebun. Di kiri dan kanan jurang. Hartono menemui mereka dengan mengendarai sepeda motor. 

Dalam perjalanan, kakinya sempat terantuk pada sebuah kayu. Namun, dia tidak menyerah. 

"Satu orang tunanetra yang laki-laki bernama Nunrung. Satu orang perempuan bernama Koa. Mereka sejak kecil di sana. Sudah puluhan tahun," ujar Hartono kepada Rakyatku.com, Senin (1/6/2020).

loading...

"Saya ke sana untuk mebawakan bantuan sembako dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Berupa beras, minyak goreng, mi instan, dan gula pasir. Saya ditemani warga. Dia bilang ke saya, 'ada tonji temukan ka kodong'," sebut Hartono.

Nunrung dan Koa tinggal di sebuah rumah panggung. Beratap seng bekas. Berdinding bambu yang dibelah. Lantai rumah juga dari bambu. 

"Untuk bertahan hidup, dia makan apa adanya. Dia berkebun disana. Selama di sana tidak ingin lagi pulang di kampungnya di Desa Batujala. Mereka malu hidup miskin," katanya.

Hartono menawarkan mereka untuk kembali ke perkampungan warga di Saluka, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. 

"Sekiranya mau, biar tanah perumahannya saya yang siapkan. Saya sangat iba melihat kondisinya. Punya kartu keluarga tapi tidak ada KTP-nya," tutup Hartono.

Loading...
Loading...