Senin, 01 Juni 2020 16:31 WITA

Di Hari Lahir Pancasila, Janda Sebatangkara Kembali ke Rumah yang Sudah Dibedah Tentara

Penulis: Samsul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Di Hari Lahir Pancasila, Janda Sebatangkara Kembali ke Rumah yang Sudah Dibedah Tentara
Tampilan baru rumah Sada, janda sebatangkara di Jeneponto.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Kurang lebih sepekan tidur di hotel, Sada kembali ke rumahnya, Senin (1/6/2020). Bertepatan hari lahir Pancasila.

Suasananya jauh berbeda. Pekan lalu, rumahnya sangat kumuh. Tidak layak huni. Hari ini, saat dia kembali menginjakkan kakinya, dia seperti masuk rumah baru. Bersih bercahaya.

"Hari ini rumah janda sebatangkara bernama Sada sudah selesai dibedah oleh anggota Kodim 1425 Jeneponto. Sudah diserahkan kepada pemiliknya. Sebelumnya rumahnya reyot, sangat memprihatinkan," ujar Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Irfan Amir, Senin (1/6/2020).

Rumah itu berlokasi di Kampung Taipalampang, Kelurahan Bontotanganga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Momentum penyerahan rumah tersebut cukup spesial. Selain bertepatan hari lahir Pancasila, juga HUT ke-63 Kodam XIV Hasanuddin. 

Saat rumahnya dibedah anggota TNI, Sada diinapkan di salah satu hotel di Binamu, Jeneponto. 

Terkait hari lahir Pancasila, Dandim mengatakan, pengamalan Pancasila suatu hal yang wajib dilakukan bagi segenap bangsa Indonesia. Termasuk warga Jeneponto.
  
Setiap perjalanan suatu bangsa tidak luput dari berbagai dinamika yang dihadapinya. Pancasila hadir sebagai pemersatu bangsa yang beraneka ragam suku, agama, dan bahasanya melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Di Hari Lahir Pancasila, Janda Sebatangkara Kembali ke Rumah yang Sudah Dibedah Tentara

loading...

"Sehingga momentum ini kita jadikan sebagai spirit dalam menggapai dan mempertahankan kedaulatan negara dan bangsa yang kita cintai ini," ujar Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir, Senin (1/6/2020).

Menurut Irfan, perayaan dilakukan sebagai upaya membangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

"Beruntungnya kita memiliki nilai-nilai luhur yang tidak akan pernah hilang dari sanubari kita semua. Setiap gangguan dan ancaman yang datang menghempas dapat kita hadapi bersama dalam satu tekad Bhinneka Tunggal Ika," imbuhnya.

Dia menyebutkan, termasuk Jeneponto merupakan rumah kita. Masyarakatnya adalah investasi bangsa dalam membangun karakter daerah yang berlandaskan Pancasila.

Tentu, kata dia, pada praktiknya terdapat kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerja sama, bergotong royong dalam menyelesaikan setiap permasalahan. 

"Kita Indonesia, kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam meraih masa depan sebagai bangsa yang maju, adil, dan makmur. Mari jaga negara Indonesia agar terus berdiri kekal dan abadi, salam kebangsaan, merdeka!" pungkas Irfan.

Loading...
Loading...