Senin, 01 Juni 2020 13:02 WITA

Kisah Satpam yang Tempuh Perjalanan 150 Km untuk Selamatkan Gadis Kecil Penyintas Kanker Darah

Editor: Abu Asyraf
Kisah Satpam yang Tempuh Perjalanan 150 Km untuk Selamatkan Gadis Kecil Penyintas Kanker Darah
Wisnu

RAKYATKU.COM - Perempuan itu berlinang air mata. Kepada pria yang ada di hadapannya, dia berjanji akan selalu mendoakannya.

Pria itu Wisnu. Mantan polisi yang kini bekerja sebagai satpam Thiruvananthapuram Medical College, India.

"Itu (doa) adalah hadiah terbesar yang saya dapatkan," kata Wisnu seperti dikutip dari Hindustantimes.com.

Dia baru saja menyelamatkan gadis kecil, Noor. Gadis empat tahun itu menderita kanker darah. Dia punya jadwal rutin untuk kemoterapi.

Namun, selama lockdown, rumah sakit tidak melatani kemoterapi. Sebagai gantinya, dia diberi obat sementara oleh dokter.

Dalam sebuah kesempatan Wisnu berbincang dengan seorang temannya, Antony Ratheesh. Dia seorang perwira polisi. Dari situ, Wisnu dapat info ada bocah yang sedang butuh bantuan.
 
Tanpa berpikir panjang, Wisnu langsung menemui orang tua gadis itu di Alappuzha, Kerala. Peristiwa ini terjadi pada Maret lalu.

Obat kanker esensial yang sering Noor konsumsi tidak tersedia di Alappuzha. Orang tua Noor tidak tahan melihat gadis kecil mereka dalam ketidaknyamanan. 

Mereka biasa membawa Noor ke Pusat Kanker Regional di Thiruvananthapuram untuk kemoterapi. Tetapi anak itu diberi obat sementara karena unit kemo ditutup selama lockdown.

Obat itu hanya tersedia di pusat kanker regional di Thiruvananthapuram yang berjarak 150 kilometer. Wisnu tidak memikirkan jarak itu. Dia kembali lagi membawa obat-obatan tersebut dalam waktu kurang dari empat jam.

loading...

Wisnu tidak menerima uang untuk membeli obat itu. Dia menyadari bahwa keluarga Noor sudah terbebani dengan pengeluaran medis selama ini.

Keluarga Noor sangat berterima kasih kepada Wisnu karena perbuatan baiknya. Namun, Wisnu mengatakan mereka bahwa dirinya bertugas membantu mereka.

"Saya melihat orang sebagai manusia, bukan sebagai Hindu atau Muslim. Kita semua harus membantu mereka yang kesusahan, tanpa syarat. Kasih sayang adalah satu-satunya agama yang pantas diikuti," katanya.

Wisnu percaya bahwa hanya cinta yang bisa mengalahkan kebencian. "Sejak kecil, saya diajari untuk tidak mencari agama atas nama siapa pun," lanjutnya.

Wisnu mengatakan bahwa ketika dia memberi obat keluarga Noor, kebahagiaan yang dia lihat di wajah mereka, adalah hadiah terbaik yang bisa dia dapatkan sebagai imbalan karena mempertaruhkan nyawanya.

"Keluarga Noor berada dalam situasi yang sangat sulit. Setelah menunggu selama 13 tahun, Noor lahir. Keluarganya hancur karena Noor menderita kanker darah. Kakak laki-lakinya juga menderita penyakit yang mengancam jiwa. Mereka tinggal di rumah sewaan di Alappuzha. Ketika saya mengetahui semua ini, saya merasa sangat sedih," tutur Wisnu.

"Sulit untuk mengekspresikan kegembiraan yang saya rasakan pada saat itu. Itu semua sangat luar biasa. Noor akan melewatkan dosis esensialnya malam itu, tetapi Tuhan memastikan bahwa itu mencapai dirinya. Dengan berlinangan air mata, ibu anak itu berkata bahwa dia akan selalu mendoakan saya dan teman saya, dan itu adalah hadiah terbesar yang bisa kita dapatkan," kata Wisnu.


 

Loading...
Loading...