Minggu, 31 Mei 2020 13:03 WITA

19 Hari setelah Tolak BLT, Tukang Becak di Desa Lasitae Barru Meninggal

Penulis: Achmad Afandy
Editor: Nur Hidayat Said
19 Hari setelah Tolak BLT, Tukang Becak di Desa Lasitae Barru Meninggal
Salama semasa hidup saat menerima bantuan dari Kades Lasitae, Kartini di rumah kebunnya. (Foto: Ist)

RAKYATKU.COM, BARRU - Salama (50), warga Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru yang berprofesi sebagi tukang becak meninggal dunia, pada Sabtu (30/5/2020) kemarin.

Kepergian Salama persis 19 hari, setelah ia sempat menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak Covid-19 sebesar Rp600 ribu dari pemerintah Desa Lasitae.

Alasan penolakannya waktu itu cukup menohok. Salama bilang kepada Kades Lasitae, Kartini, bahwa dirinya masih kuat cari nafkah sendiri.

Dia malah minta bantuan itu diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan seperti, warga yang tak punya pekerjaan atau kepada warga yang punya banyak anak.

Namun, Kartini berusaha keras membujuk pria sebatang kara itu agar mau terima bantuan. Bu Kades beralasan bahwa Salama memenuhi kriteria layak menerima.

loading...

Pemerintah Desa sampai bolak balik ke rumah kebunnya, hingga akhirnya Salama luluh menerima bantuan.

Kisah Salama itu bagai firasat akan kepergiannya. Namun ajal tidak ada yang tahu. Kartini bercerita bahwa pada saat menyerahkan bantuan, fisik Salama tampak sedang tidak sehat. Tangannya terus gemetar. 

"Salama meninggal di rumah keluarganya setelah dipindahkan dari rumah kebunnya pada pukul 11.00 Wita. Dia sudah di makamkan," jelas Kartini kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

Loading...
Loading...