Sabtu, 30 Mei 2020 15:02 WITA

Trump Mengaku Telepon Modi untuk Tengahi Konflik dengan China, PM India Membantah

Editor: Abu Asyraf
Trump Mengaku Telepon Modi untuk Tengahi Konflik dengan China, PM India Membantah
PM Narendra Modi dan Donald Trumpbeberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM - Presiden AS, Donald Trump ingin campur tangan dalam konflik perbatasan India-China. Namun, tawaran itu tak mendapat respons.

Terakhir, pada Kamis (28/5/2020), Trump mengaku sudah berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi melalui telepon. Membahas ketegangan perbatasan negara Asia Selatan dengan China.

Trump, yang menegaskan kembali tawarannya untuk menjadi penengah antara New Delhi dan Beijing atas meningkatnya suhu di perbatasan mereka.

"Tapi aku bisa memberitahumu, aku memang berbicara dengan Perdana Menteri Modi. Dia tidak, dia tidak dalam mood yang baik tentang apa yang terjadi dengan China," kata Trump tentang obrolannya dengan pemimpin India kepada wartawan di Washington.

Namun, klaim itu dibantah pemerintah India. Kementerian luar negeri India mengatakan bahwa Modi belum berbicara dengan presiden AS setelah 4 April. Ketika kedua pemimpin membahas pengiriman hydroxychloroquine dari India. 

Belum ada pembicaraan seputar pertikaian perbatasan baru-baru ini dengan China dan New Delhi secara langsung berhubungan dengan pemerintah Cina melalui mekanisme yang mapan dan kontak diplomatik.

loading...

Trump telah tweeted tawaran untuk menengahi antara kedua negara pada hari Rabu yang tidak ditanggapi oleh kedua belah pihak.

India dan China terkunci dalam pertikaian perbatasan, setelah beberapa putaran pembicaraan gagal meredakan ketegangan antara saingan bersenjata nuklir.

Ini bukan pertama kalinya India menolak kontak antara kedua pemimpin. 

Pada Juli, Trump mengatakan, Modi memintanya untuk campur tangan di India dan perselisihan selama puluhan tahun di Pakistan atas Kashmir. Lagi-lagi, India membantah pembicaraan semacam itu terjadi.

Loading...
Loading...