Rabu, 27 Mei 2020 07:03 WITA

Pedagang Asongan Pelabuhan Parepare Terpaksa Jual Perabotan Rumah untuk Makan

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
Pedagang Asongan Pelabuhan Parepare Terpaksa Jual Perabotan Rumah untuk Makan
Pedagang asongan menyampaikan aspirasi di DPRD Parepare, Selasa (26/5/2020).

RAKYATKU.COM,PAREPARE -- Nyaris tiga bulan lamanya, pedagang asongan di Pelabuhan Nusantara Parepare tak berjualan. 

Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Terpaksa harus berutang hingga menjual perabot rumahnya agar bisa makan.

Bukan hanya dilarang menjual, sebagian besar dari mereka juga tak pernah tersentuh bantuan dari Pemkot. Padahal, mereka betul-betul merasakan dampak dari pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19.

"Selama pelabuhan ditutup, kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terpaksa harus utang dan jual perabotan rumah. Betul-betul sudah habis perabot rumah kami jual," ujar Mawar, koordinator pedagang pelabuhan saat diterima di ruang paripurna DPRD Kota Parepare, Selasa (26/5/2020).

Ia membeberkan dari 350 pedagang di pelabuhan, hanya 93 yang terima bantuan beras dari Dinsos. Bahkan, kata dia, ada pedagang yang terdaftar sebagai penerima BST, tapi nyatanya tidak dapat.

loading...

"Ada tiga pedagang yang terdaftar penerima BST. Tapi saat penerimaan, mereka malah tidak kebagian. Tentu mereka sangat kecewa. Semoga anggota DPRD bisa membantu kami," ucap dia dengan wajah memelas.

Wakil Ketua Tim pengawas penanganan Covid-19 DPRD Kota Parepare, Yasser Latief meminta para pedagang agar segera memasukkan datanya. Agar segera disinkronkan dengan data kelurahan dan Dinsos.

"Yang betul-betul tidak dapat bantuan akan kita fasilitasi secepatnya. Kita mendesak Pemkot agar menyalurkan bantuan ke pedagang asongan yang betul-betul terdampak pandemi Covid-19," tutur Yasser.
 

Loading...
Loading...