Selasa, 26 Mei 2020 19:10 WITA

Tak Puas Penanganan Corona Pemerintah Pusat, Begini Respons Publik terhadap Anies Baswedan

Editor: Abu Asyraf
Tak Puas Penanganan Corona Pemerintah Pusat, Begini Respons Publik terhadap Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan).

RAKYATKU.COM - Indo Barometer menguji tingkat kepuasan publik terhadap penanganan virus corona. Mereka membandingkannya dengan kinerja pemprov.

Dalam survei yang bekerja sama Puslitbangdiklat RRI itu, mayoritas publik tak puas kinerja pemerintah pusat dalam penanganan corona.

Mereka yang menjawab tidak puas mencapai 53,8 persen. Terdiri atas tidak puas 48,5 persen. Lalu, tidak puas sama sekali 5,3 persen. Yang mengaku puas 3,9 persen dan sangat puas 2 persen.

Ada beberapa alasan yang membuat publik tidak puas atas penanganan virus corona oleh Jokowi-Ma'ruf. Paling besar, 17,3 persen, karena kebijakan yang dianggap tidak konsisten. 

Alasan lain, lambatnya pendistribusian bantuan sosial (10,7 persen), data penerima bantuan tidak akurat (10,1 persen), penanganan secara umum (8,9 persen), hingga pasien terinfeksi semakin banyak (6 persen).

Survei ini dilakukan pada 12-18 Mei 2020 di tujuh provinsi besar di Indonesia, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. 

Metode survei ini adalah quota and purposive sampling dengan margin of error 4,90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini menunjukkan mayoritas responden tidak puas akan penanganan Corona yang dilakukan oleh pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin sejak kasus pertama positif diumumkan pada 2 Maret lalu. 

loading...

Sementara alasan publik puas terhadap penanganan virus corona oleh Jokowi-Ma'ruf paling besar (31,1 persen) adalah penanganan PSBB yang dianggap sudah cukup baik. 

Selain itu, penanganan cepat tanggap (19,2 persen), banyak pasien sembuh (10,6 persen), hingga terlihat kerja nyata (6 persen).

Responden ternyata lebih puas terhadap penanganan corona oleh pemerintah provinsi. Hasilnya, 57,3 persen menyatakan puas. Gabungan antara puas dan sangat puas. Yang tidak puas hanya 41,1 persen.

Salah satu alasan responden puas terhadap penanganan virus corona oleh pemprov yakni gubernur dianggap lebih tanggap dibanding pemerintah pusat.

Indo Barometer juga mengajukan pertanyaan khusus untuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Terutama sikapnya yang selalu berbeda dengan aturan pusat.

Ada 4,4 persen yang menyatakan tidak puas gara-gara seringnya perbedaan pendapat tersebut.

Loading...
Loading...