Senin, 25 Mei 2020 00:03 WITA

Sulit Kembali Seperti Sebelum Corona, Pemerintah: Kita Harus Beradaptasi dengan Paradigma Baru 

Editor: Abu Asyraf
Sulit Kembali Seperti Sebelum Corona, Pemerintah: Kita Harus Beradaptasi dengan Paradigma Baru 
Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19.

RAKYATKU.COM - Wabah virus corona telah mengubah tatanan dunia. Banyak yang sudah pesimistis untuk kembali kepada kehidupan sebelum pandemi Covid-19.

"Seluruh dunia sudah mengakui bahwa kita tidak bisa kembali ke kondisi normal seperti zaman dulu lagi. Sebelum ada pandemi Covid-19," ujar Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Yuri --sapaan Achmad Yurianto-- dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (24/5/2020). 

"Kita harus membuat paradigma baru. Kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan kita menuju ke kebiasaan yang baru," tambah Yuri.

Namun, lanjutnya, gaya hidup baru itu seharusnya tidak mengurangi produktivitas masyarakat. Hanya perlu menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemeritah agar aman dari Covid-19. 

Salah satu hikmah pandemi Covid-19 yakni memaksa masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selama ini, banyak orang hidup serampangan.

Ketika bersin atau batuk, misalnya, sebagian orang menyepelekannya. Tidak menutup mulut. Akibatnya virus yang keluar akibat batuk dan bersin itu dengan mudah menular kepada orang lain.

Orang sehat yang beraktivitas di luar rumah juga banyak mengabaikan kesehatan. Misalnya, tidak mengenakan masker di area berdebu atau tempat rawan penyakit lainnya.

Termasuk kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir. Selama ini cenderung diabaikan. Mencuci tangan hanya dilakukan ketika tangan-tangan benar-benar kotor secara fisik. Padahal, kuman bisa saja menempel dan tidak terlihat dengan mata kepala.

"Kita harus mulai selektif, mulai memilih untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di luar rumah dan kemudian menggunakan masker apabila di luar rumah," ungkap Yuri. 

loading...

Sebelumnya, pemerintah telah mengonfirmasi terjadi penambahan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir sebanyak 21 orang. 

Dengan begitu total kasus meninggal dunia sebanyak 1.372 orang. Selain itu, juga terdapat penambahan pasien sembuh Covid-19 sebanyak 153 orang. 

Total, pasien sembuh di Tanah Air hingga kini sebanyak 5.402 orang. Sedangkan, kasus positif Covid-19 bertambah 526 orang. 

Sehingga akumulasi pasien positif virus corona di Tanah Air hingga kini sebanyak 22.271 orang. Adapun sebanyak 404 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi telah terdampak penyebaran virus corona.

Sejauh ini sudah 248.555 spesimen yang telah diperiksa. Itu akan menjadi data penyelidikan epidemiologi guna mengatasi penyebaran virus corona. 

Angka tersebut muncul karena pemerintah menyebut sudah melakuan tes secara masif dan tracing secara agresif. Spesimen tersebut terus diverifikasi demi kepentingan penyelidikan epidemiologi. 

"Spesimen yang kita periksa seluruhnya harus kita terjemahkan menjadi kegiatan penyelidikan epidemiologi," ujar Yuri. 

"Untuk pelaksanaan tracing secara agresif yang nantinya pun akan bermuara kepada isolasi yang ketat pada kasus-kasus positif yang kita dapatkan," katanya. 
 

Loading...
Loading...