Sabtu, 23 Mei 2020 13:02 WITA

Mengharukan, Polwan Ini Rawat 6 Anak saat Orang Tua dan Neneknya Diisolasi karena Covid-19

Editor: Abu Asyraf
Mengharukan, Polwan Ini Rawat 6 Anak saat Orang Tua dan Neneknya Diisolasi karena Covid-19
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Selalu ada pertolongan dalam kondisi sulit. Saat satu keluarga diisolasi karena Covid-19, Allah subhanahu wata'ala "mengirimkan" Asma Jasmi.

Dia seorang polisi wanita di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang menjadi sukarelawan menolong korban Covid-19. Kepahlawanannya mendapat apresiasi dari Yang Mulia Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA meluangkan waktu khusus berbincang secara virtual dengan Asma.

Kepada Sheikh Mohamed, Asma menceritakan salah satu kisah yang meninggalkan kesan mendalam baginya.

"Saya menerima keluhan dari seorang wanita bahwa temannya dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 bersama dengan suaminya dan kakek-neneknya dan mereka harus meninggalkan enam anak mereka di rumah. Sebagai ekspatriat, mereka tidak memiliki siapa pun untuk merawat mereka," katanya.

Asma menghubungi keluarga melalui telepon. Ternyata anak sulungnya seorang perempuan berusia 13 tahun. Sementara yang paling bungsu masih bayi. Berusia dua tahun.

"Tantangan memasuki apartemen dan merawat anak-anak, karena mereka melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Jadi kami harus tetap berhubungan dengan mereka melalui telepon," kata Asma.

Langkah pertama yang diambil Asma adalah membuat anak-anak ini merasa aman. Patroli dikirim ke bawah gedung tempat mereka tinggal.

loading...

"Kami memberi mereka pesan agar tidak khawatir dan tetap tenang. Anda tidak sendirian, kami merawat Anda. Kami juga mengatur sebuah restoran untuk memberi mereka makan tiga kali sehari. Kami juga memastikan bahwa koperasi terdekat mengirimi mereka apa yang mereka butuhkan," lanjut Asma.

Pada siang hari, ibu memeriksa anak-anaknya dengan menelepon mereka. Anak-anak menceritakan semua tentang Asma dan panggilan teleponnya yang tidak henti kepada mereka.

"Selama 17 hari, polisi Abu Dhabi memberi anak-anak saya makanan dan semua yang mereka butuhkan. Mereka juga memberi mereka nomor untuk dihubungi jika mereka membutuhkan sesuatu kapan saja. Mereka juga memberi mereka iPad dan internet untuk memulai e-learning," kata ibu anak-anak itu.

"Asma akan selalu meneleponku. Aku mengingat kata-kata dan suaranya," kata sang ibu. 

"Aku tidak akan pernah melupakan apa yang dia katakan ketika aku menangis dan khawatir untuk anakku yang berumur dua tahun. Asma memberitahuku: 'jangan khawatir, kamu berada di negara Zayed'," tuturnya.

"Saya dan keluarga saya tidak tahu bagaimana kami akan membalasnya kepada negara ini. Kami diperlakukan seperti warga negara, bukan penduduk," kata ibu itu.


 

Loading...
Loading...