Sabtu, 23 Mei 2020 05:02 WITA

8 Bersaudara Tak Sekolah, Remaja Maros Ini Hidupi Ibu dan Adik-Kakaknya dengan Berjualan Jalangkote

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
8 Bersaudara Tak Sekolah, Remaja Maros Ini Hidupi Ibu dan Adik-Kakaknya dengan Berjualan Jalangkote

RAKYATKU.COM,MAROS - Jalangkote atau pastel masih menjadi jadi takjil rangking satu pada Ramadan 1441 Hijriah di Sulawesi Selatan.

Paling laris, jalangkote terbukti mampu menghidupi banyak keluarga. Bocah korban perundungan di Pangkep yang jadi viral, RZ adalah penjual jalangkote.

RZ yang bertubuh gempal itu setiap hari berjualan jalangkote keliling. Hingga akhirnya dia dianiaya dan dibully delapan pemuda yang membuatnya jadi buah bibir.

Di Maros, remaja berusia 19 tahun berinisial FR menghidupi ibu dan saudara-saudaranya dengan berjualan jalangkote. Dia membantu ibunya, Nurlina setelah ayahnya meninggal dunia beberapa tahun silam. 

FR merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Dari delapan bersaudara, hanya FR yang bersekolah. Itu pun tidak tamat.

Jalangkote itu dibuat ibunya. FR yang menjajakannya keliling dengan berjalan kaki. 

Mendengar kisah FR, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengutus tim khususnya mendatangi kediaman FR, Kamis (21/5/2020).

loading...

Tim Wagub Sulsel mendatangi rumah FR di Jalan Inspeksi Saluran, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Keluarga FR pun merasa kaget tiba-tiba adanya kunjungan dari utusan Wagub Sulsel yang membawa bantuan berupa bahan pokok.

"Terima kasih bapak wakil gubernur Sulawesi Selatan atas bantuannya," ujar FR.

Ibunya, Nurlina menceritakan, jika sejak suaminya meninggal, FR ikut membantu mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari. Terkadang FR membawa adiknya berjualan jalangkote keliling.

Terpisah, Wagub Sulsel, Andi Sudirman turut prihatin dengan kondisi keluarganya yang tidak bersekolah. Dia berjanji akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maros untuk membantu keluarga FR. Khususnya dalam hal pendidikan. 

"Kami berharap pemda setempat bisa memfasilitasi untuk bersekolah. Kami akan koordinasikan internal," jelasnya.

Loading...
Loading...