Jumat, 22 Mei 2020 19:11 WITA

Diteropong dari 80 Titik di Indonesia, Hilal Syawal 1441 Hijriah Tak Terlihat

Editor: Abu Asyraf
Diteropong dari 80 Titik di Indonesia, Hilal Syawal 1441 Hijriah Tak Terlihat
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Hari raya Idulfitri dipastikan jatuh pada Minggu (24/5/2020). Hilal tidak terlihat di satupun dari 80 titik pemantauan yang tersebar di 34 provinsi.

"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," kata Cecep Nurwendaya, Jumat (22/5/2020).

Cecep adalah pakar astronomi yang tergabung dalam Tim Falakiyah Kementerian Agama. Dia mengatakan, tidak ada referensi empirik visibilitas atau ketampakan hilal awal Syawal 1441 Hijriah.

Laporan itu disampaikan Cecep dalam sidang isbat, Jumat petang (22/5/2020). Sidang isbat ini digelar terbatas. Dihadiri Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin. 

Sedangkan para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

loading...

Cecep mengatakan Tim Falakiyah Kemenag melakukan pemantauan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia. Hasilnya hilal tak terpantau pada sore ini.

Cecep mengatakan penetapan awal bulan hijriah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

"Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informatif. Konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat," kata Cecep.

Loading...
Loading...