Sabtu, 16 Mei 2020 20:31 WITA

PSBB di Gowa Tak Diperpanjang, Bupati Adnan Sebut Tiga Alasan Utamanya

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
PSBB di Gowa Tak Diperpanjang, Bupati Adnan Sebut Tiga Alasan Utamanya
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan

RAKYATKU.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa, berakhir Minggu (17/5/2020).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama unsur forkopimda telah bersepakat tidak memperpanjang PSBB. 

Meskipun PSBB tidak diperpanjang, Pemkab Gowa tetap akan memberikan pembinaan-pembinaan kepada warga untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

Ada sejumlah pertimbangan menjadi dasar PSBB Gowa tidak dilanjutkan. Pertimbangan secara eksternal, kata Adnan, PSBB tidak relevan lagi seiring kebijakan pemerintah pusat melonggarkan beberapa sektor.

Misalnya, pembukaan akses transportasi, pembukaan perusahaan-perusahaan, hingga mengizinkan orang di bawah umur 45 tahun kembali bekerja.

"Sudah tidak efektif lagi kalau melaksanakan PSBB karena kebijakan pusat mulai membuka bandara, transportasi lain juga sudah dibuka. Kalau PSBB dilanjutkan, maka akan kontradiksi dengan pemerintah pusat. Padahal linear dari daerah ke pusat," katanya.

Pertimbangan lain, setelah melihat tren peningkatan jumlah dan sebaran kasus virus corona dalam interval waktu tertentu maupun transmisi penyebaran virus corona. Begitu juga dengan ketersediaan logistik.

loading...

"Khusus logistik. Biaya PSBB itu tidak ringan. Sehingga, jika ingin melanjutkan PSBB, maka akan membutuhkan lagi biaya besar. Pertimbangan kesiapan kas keuangan daerah dengan merevisi anggaran menjadi indikator tidak dilanjutkannya PSBB Gowa. Banyak daerah yang ini menerapkan PSBB, namun tidak memiliki kecukupan anggaran. Alhamdulillah Kabupaten Gowa bisa menerapkan satu kali selama 14 hari," tambahnya.

Meskipun PSBB Gowa tidak dilanjutkan, Pemkab Gowa bersama forkopimda tetap akan melakukan patroli gabungan. Penjagaan perbatasan juga tetap ada. 

Hanya saja, kata Adnan, patroli bersama itu sifatnya edukatif. Warga diingatkan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti memakai masker dan tidak melakukan pertemuan yang melibatkan banyak orang.

"Dengan edukasi yang terus menerus kita lakukan, kita berharap masyarakat akan semakin sadar sekaitan dengan penularan virus corona," ungkapnya.

Sementara penjagaan di batas kota tetap akan diperketat. Warga yang melintas tanpa menggunakan masker akan dilakukan rapid test.

"Tetap akan ada posko di perbatasan. Tentu saja didukung oleh Bapak Kapolres dan Pak Dandim bersama dengan jajaran. Namun tidak seketat saat PSBB. Hanya untuk edukasi," ucap Adnan.
 

Tags
Loading...
Loading...