Kamis, 07 Mei 2020 13:10 WITA

Intelijen Korea Selatan: Tak Ada Tanda-tanda Operasi Jantung, Kim Jong Un 'Menghilang' karena Corona

Editor: Nur Hidayat Said
Intelijen Korea Selatan: Tak Ada Tanda-tanda Operasi Jantung, Kim Jong Un 'Menghilang' karena Corona
Kim Jong Un.

RAKYATKU.COM - Badan intelijen Korea Selatan mengatakan rumor tentang kondisi kesehatan Kim Jong Un tidak berdasar. Itu karena tidak ada tanda-tanda pemimpin Korea Utara itu telah melakukan operasi jantung.

Kim Jong Un baru-baru ini hilang selama 20 hari tanpa tampil di depan umum, dan melewatkan perayaan ulang tahun kakeknya - salah satu acara terbesar di Korea Utara tahun ini.

Beberapa laporan media mengklaim dia 'sakit parah' atau bahkan meninggal dunia. Tetapi dia kemudian muncul dalam sebuah acara peresmian pabrik pupuk, tampaknya dalam kondisi sehat.

Kepala badan intelijen Korea Selatan, Suh Hoon, berbicara kepada komite parlemen pada Rabu (6/5/2020). 

Dia mengatakan tidak ada tanda-tanda bahwa rumor tentang kondisi kesehatan Kom Jong Un adalah benar, seperti dilaporkan kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Komite mendengar pemimpin Korea Utara itu muncul di depan umum 17 kali tahun ini. Biasanya adalah satu tahun, dia muncul sebanyak 50 kali.

Namun, itu bisa saja kemunculannya berkurang karena wabah virus Corona, ujar salah satu anggota komite - meski di negararanya secara resmi tidak memiliki kasus Covid-19.

loading...

"Tidak dapat disangkal bahwa ada wabah di Korea Utara," kata anggota parlemen Kim Byung-kee.

"Kim Jong Un fokus pada konsolidasi urusan internal seperti pasukan militer dan pertemuan negara-partai, dan kekhawatiran akan virus Corona makin membatasi aktivitas publiknya."

Pada 2014, Kim Jong Un pernah menghilang dari publik selama 40 hari - yang juga memicu bermacan spekulasi - sebelum muncul kembali, dengan menggunakan tongkat.

Media pemerintah mengakui dia menderita "kondisi fisik yang tidak nyaman", tetapi tidak menanggapi rumor bahwa dia menderita encok.

Sumber: BBC Indonesia

Loading...
Loading...