Rabu, 06 Mei 2020 18:30 WITA

Gubernur Sulsel Akui Tingkat Kepatuhan PSBB Makassar Rendah, Satpol Diminta Lebih Santun

Penulis: Syukur
Editor: Nur Hidayat Said
Gubernur Sulsel Akui Tingkat Kepatuhan PSBB Makassar Rendah, Satpol Diminta Lebih Santun
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (kanan).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar akan diperpanjang. Perpanjangan ini dilakukan lantaran PSBB pertama yang dimulai sejak 24 April dan akan berlagsung hingga 7 Mei belum maksimal.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), mengatakan perpanjangan ini akan dilakukan dengan catatan teknis di lapangan tak akan dilakukan dengan marah-marah bagi yang melakukan pelanggaran.

"14 hari PSBB boleh dikatakan tingkat kepatuhan kita masih sangat rendah sehingga perpanjangan ini dilakukan, tapi dengan catatan semua petugas yang ada di lapangan lebih santun, termasuk Satpol PP. Jadi turun bukan untuk marah-marah, tapi melayani. Jika ada yang keliru diluruskan, jika ada yang tak patuh dibuat jadi patuh," ungkap NA.

NA mengatakan, bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran seyogyanya ditegur dengan cara cara yang baik. Dia juga meminta masyarakat tidak panik dngan penerapan PSBB yang kembali akan diperanjang di Kota Makassar.

"Insyaallah pemberlakuan tak usah panik. Kita sudah evaluasi dan kita minta maaf pada rakyat 14 hari ini masih ada oknum aparat terutama Satpol PP yang berlaku tidak sepantasnya di tengah masyarakat. Itu kita maaf semoga tak ada lagi yang siram barangnya orang. Itu tak ada lagi, itu sudah kita larang," sebutnya.

loading...

NA juga menyebut penerapan PSBB tidak seharusnya membuat perekonomian lumpuh. Olehnya itu, dia memerintahkan Wali Kota Makassar untuk mengundang semua pengusaha yang memiliki karyawan terkait persoalan ini. Terlebih saat ini hari raya Idulfitri makin dekat. Toko harus tetap buka agar warga dapat membeli kebutuhan.

"Punishment boleh, tapi tidak dengan kata yang menyakitkan orang. Yang dihukum butuh sentuhan, tapi saya berharap PSBB diberlakukan ekonomi masyarakat bisa bergerak juga. Makanya hari ini saya minta wali kota undang semua terutama yang punya tenaga kerja banyak karena ini mau Lebaran, ini harus tetap buka, tapi harus sesuai protokol kesehatan tetap harus pakai masker, jaga jarak, sediakan westafel, hand sanitizer," bebernya.

NA menyebut PSBB ini difokuskan unuk memutus mata rantai penerapan PSBB. Di mana yang diutamakan adalah mencari orang yang terpapar virus corona (Covid-19) untuk dilakukan penyembuhan.

"Yang pasti PSBB bukan lagi tutup jalan, tapi lebih masif untuk memotong penularan dengan local transmission harus betul-betul ditemukan orangnya," sebutnya.

Loading...
Loading...