Kamis, 30 April 2020 18:31 WITA

Kementan Lepas Ekspor 166 Komoditas Pertanian ke 43 Negara

Editor: Abu Asyraf
Kementan Lepas Ekspor 166 Komoditas Pertanian ke 43 Negara
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

RAKYATKU.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya peningkatan ekspor selama setahun terakhir. 

Peningkatan ini jumlahnya bahkan cukup signifikan, yakni 7,47 persen. Ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia, terutama saat adanya wabah corona.

"Dari tahun 2019 sampai Maret 2020, peningkatan ekspor kita mencapai 7,47 persen. Ini terjadi dari tahun lalu," ujar Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Ali Jamil saat Mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam pelepasan ekspor komoditas pertanian di sembilan pintu utama pengiriman, Kamis (30/4/2020).

Menurut Ali, peningkatan ekspor ini berasal dari empat subsektor unggulan seperti perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Dari keempatnya itu, peningkatan yang terjadi kurang lebih mencapai 12 triliun.

Berdasarkan catatan pertanian, peningkatan komoditas hortikultura sebesar 30 persen, perkebunan 26 persen, peternakan 16 persen, dan peningkatan tanaman pangan sebesar 14 persen.

Ali mengatakan, peningkatan ini terjadi karena faktor barang yang diekspor tidak lagi dalam bentuk barang mentah. Akan tetapi sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia.

Kementan Lepas Ekspor 166 Komoditas Pertanian ke 43 Negara

"Artinya adalah, sekarang kita mengirim kelapa tidak hanya sabutnya saja, tetapi sudah diolah terlebih dahulu menjadi produk berkualitas. Untuk itu, sekarang kita sedang mengarah ke industri pengolahan," katanya.

loading...

Sekadar diketahui, ekspor di sembilan pintu masuk pelepasan ini dikirim ke 43 negara di benua Asia dan Eropa. Sedangkan jumlah komoditas produk pertanian yang dikirim jumlahnya kurang lebih sekitar 166 komoditas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor pertanian adalah solusi yang pasti untuk mencegah krisis darurat corona. Mentan meminta kepada pelaku usaha pertanian agar tetap berproduksi dan menjalankan kewajibannya, yakni memenuhi pangan dalam negeri.

"Sepanjang Januari hingga Maret 2020 tercatat nilai ekonomi sebesar Rp100,7 triliun. Maka itu, sektor pertanian adalah solusi pasti. Terutama di tengah keadaan seperti sekarang ini," tutupnya.

Adapun sembilan pintu pelepasan ekspor itu di antaranya Lampung, Soekarno-Hatta, Semarang, Belawan, Surabaya, Tanjung Priok, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.

Pelepasan dilakukan secara daring dengan pengiriman sertifikat elektronik dari otoritas Karantina Pertanian Indonesia ke Belanda serta penandatangan kerja sama Balai Karantina Pertanian dengan Alibaba.com.


 

Loading...
Loading...