Selasa, 21 April 2020 09:02 WITA

Anggaran PSBB di Makassar Disebut Mencapai Rp443 Miliar, DPRD: Habiskan Silpa Saja Dulu

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Anggaran PSBB di Makassar Disebut Mencapai Rp443 Miliar, DPRD: Habiskan Silpa Saja Dulu
Ketua Banggar DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali

RAKYATKU.COM - Anggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar disebut mencapai Rp443 miliar. DPRD Makassar mengaku belum diberi tahu. Khususnya terkait refocusing anggaran.

Ketua Banggar DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) mempertanyakan sumber anggaran itu. 

"Belum pernah Pemkot Makassar menyampaikan data laporan refocusing-nya," jelas ARA usai menghadiri rapat paripurna LPj wali kota Makassar, Senin (20/4/2020).

Menurut legislator Partai Demokrat itu, apapun yang disampaikan penjabat wali kota Makassar terkait laporan rekofusing anggaran itu baru rencana. Ia mengatakan, sebagai mitra pemerintah seyogyanya menyampaikan hal tersebut di DPRD Makassar.

"Kalaupun dia (Pj Wali Kota) menyampaikan ke pemerintah pusat untuk refocusing, harusnya DPRD kota tahu. Jangan sudah kirim ke sana baru kasih tahu kami (Banggar). Walaupun ini darurat nasional, Pemkot harus menyampaikan di Banggar," tambah ARA.

Sebenarnya, kata ARA, ada dana Rp143 miliar yang bisa digunakan tanpa harus refocusing. Anggaran itu bersumber dari biaya tak terduga Rp30 miliar dan dana sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) Rp143 miliar. 

loading...

"Pake dulu itu, kasih habis dulu. Masa belum habis itu, mau yang Rp443 miliar. Mohon maaf, tidak masuk akal. Sebaiknya itu dana yang Rp30 miliar ditambah Rp143 miliar dihabiskan dulu," tambah ARA. 

ARA mendapat informasi bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar takut membelanjakan anggaran yang telah diberikan karena membengkaknya harga Alat Pelindung Diri (APD).

ARA menegaskan, pihaknya belum mendapatkan data terkait Rp443 miliar. Ia menegaskan penggunaan anggaran untuk penanganan corona harus diketahui DPRD Makassar sebagai mitra pemkot.

"Kalau yang Rp30 miliar dan Rp143 miliar dana silpa sudah ada disampaikan," jelasnya.
 

Loading...
Loading...