Kamis, 09 April 2020 19:03 WITA

Perusahaan Hentikan Produksi, Dua Juta Liter Susu Segar Terbuang Percuma

Editor: Abu Asyraf
Perusahaan Hentikan Produksi, Dua Juta Liter Susu Segar Terbuang Percuma
Susu segar dibuang percuma akibat corona di Inggris.

RAKYATKU.COM - Masih pukul 03.00 dini hari ketika Gary Underwood bangkit dari tempat tidur. Seperti biasa, dia harus membawa "gadis-gadisnya" ke ladang.

Gary memelihara 100 ekor sapi perah. Namun, dia lebih senang menyebutnya "gadis-gadis". Sapi itu dibawa ke padang rumput di lahan seluas 120 hektare. Di pedesaan, dekat Oulton, di Staffordshire, Inggris.

Gary sudah menjadi peternak sapi perah turun temurun. Mulai dari kakek buyutnya.

Setiap hari, dia bisa mengumpulkan 2.000 liter susu. Dibekukan hingga suhu 4 derajat. Susu itu setiap hari dijemput truk milik Freshways. Salah satu perusahaan susu terbesar di Inggris. 

Sejak wabah corona, truk itu tidak pernah lagi datang. Setelah tengah hari, pada awal wabah corona, dia menerima pesan singkat bahwa truk membatalkan kunjungan hari itu. 

Dia tidak punya tempat penyimpanan lain. Sementara, sapi-sapi itu harus diperah setiap hari. Gary bersama putrinya yang sudah dewasa, Alicia dan Melissa terpaksa harus membuang semuanya. 

Sebuah video yang dibuat Melissa menunjukkan bagaimana susu segar itu dialirkan ke sungai. "Itu membuatmu mual," katanya. 

"Tidak pernah dalam empat generasi kita dipaksa untuk membuang susu. Kami tidak akan dibayar. Itu hilang begitu saja. Uang benar-benar sia-sia," lanjutnya. 

loading...

Situasi ini dialami di seluruh pedesaan. Setiap hari ratusan dari 10.000 peternak sapi perah Inggris dipaksa untuk membuang jutaan liter susu segar.

Pemerintah mengambil kebijakan menutup pub, restoran, dan kedai kopi. Padahal, mereka biasanya membeli sekitar setengah dari 40 juta liter susu setiap hari. 

Tiba-tiba, perusahaan besar seperti Freshways yang memasok susu kepada klienna seperti Costa Coffee, Starbucks, British Airways, P&O dan McDonald's, tidak dapat menjual produk mereka. 

Namun 1,8 juta sapi terus memproduksi susu, pagi dan malam. 

Seorang peternak sapi perah lainnya, Robert Mallet hanya bisa termangu. Tujuh belas ribu liter susu harus terbuang sia-sia secara memilukan.

"Nenek saya mengatakan ini lebih buruk daripada masa perang," Llyr Griffiths, peternak lainnya.


 

Loading...
Loading...