Rabu, 08 April 2020 23:15 WITA

Tujuh Langkah Strategis Pemprov Sulsel Tangani Covid-19

Editor: Abu Asyraf
Tujuh Langkah Strategis Pemprov Sulsel Tangani Covid-19
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemprov Sulsel menempuh  sejumlah langkah strategis dalam menangani Covid-19. Harapannya, penyebaran bisa segera dihentikan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, sejak awal telah dilakukan upaya medis terhadap mereka yang diduga terpapar Covid-19. Juga dilakukan contact tracing.

Sehingga, kata dia, sangat wajar dari hari ke hari terjadi peningkatan jumlah ODP, PDP, dan positif Covid-19

"Setelah ditracing, jika ditemukan yang bersangkutan suspect, maka langsung dilakukan penanganan cepat agar tidak menulari yang lainnya," ujar mantan bupati Bantaeng dua periode itu.

Pihaknya melakukan identifikasi epicentrum penyebaran penyakit. Mulanya, untuk Makassar ditemukan di dua kecamatan yakni Panakkukang dan Rappacini. Lalu kemudian terus menyebar dikarenakan masyarakat tidak disiplin sehingga mereka tertular dan melebar.

Makanya, Pemkot Makassar diminta memberlakukan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Tapi saya ingin sampaikan kepada kita semua. Kita harus lebih hati-hati memberlakukan (PSBB) di Sulawesi Selatan, karena tidak semua wilayah itu sama. Dari semua 24 kabupaten-kota, epicentrum penyebaran (virus corona) kan itu hanya di Makassar, Gowa, dan Maros," katanya.

Dia menegaskan, saat ini Gugus Tugas Covid-19 sedang melakukan pemetaan wilayah yang menjadi pusat penularan virus corona.

"PSBB ini kita akan kaji betul. Tidak akan mungkin kita menyamakan dengan daerah lain. Kalau kita di Sulawesi Selatan memang harus memetakan dan setiap wilayah tidak mungkin sama," tegasnya.

Nurdin Abdullah meminta wali kota Makassar lebih agresif dan lebih ketat dalam melakukan isolasi wilayah tertentu. Khususnya yang menjadi sumber epicentrum penyebaran.

Langkah lainnya, ungkap Nurdin Abdullah, telah disiapkan kuburan khusus bagi korban Covid-19 sehingga tidak ada lagi penolakan. Lalu, akan diberikan kebijakan terhadap usaha-usaha yang harus terhenti berupa keringanan pajak hotel.

"Terus kebijakan kita sudah menegaskan agar belajar dari rumah dan bekerja dari rumah. Sehingga efeknya banyak pekerja informal atau non formal menganggur. Kompensasinya, sedang dipikirkan untuk mengatur jaring pengaman sosial bagi mereka terdampak pandemi Covid-19," terangnya.

Makanya, pihaknya terus mendorong menggerakkan hati masyarakat untuk memberikan donasi. Tidak hanya mengandalkan APBD. 

Hasilnya, banyak bantuan yang masuk. Khususnya bantuan kebutuhan pangan, kebutuhan fasilitas kesehatan seperti masker dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk membantu rumah sakit yang menjadi pusat rujukan Covid-19.

Rumah sakit pusat rujukan tersebut ditetapkan empat, dengan menentukan klasifikasi pelayanan kesehatan. Sehingga dipastikan, rumah sakit lain tidak dibolehkan menerima pasien Covid-19.

Rumah sakit tersebut yakni RS Sayang Rakyat dan RS Khusus Dadi melayani pasien yang telah positif dengan gejala ringan. 

Sementara, Rumah Sakit Wahidin dan Rumah Sakit Unhas khusus menangani pasien Covid dengan penyakit bawaan.

Untuk screening ditetapkan RS Khusus Dadi melayani pasien dari bagian selatan. Lalu, Rumah Sakit Unhas untuk pasien rujukan dari bagian utara.

"Kenapa ditetapkan screening awal di RS Dadi dan Unhas, supaya nanti akan mudah mendistribusikan pasien ketika sudah dinyatakan positif," jelasnya.

Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan dipastikan seluruh rumah sakit sudah memiliki peralatan lengkap. Termasuk tenaga medis sudah terlatih dan disiapkan fasilitas penginapan khusus di hotel.

"Tenaga medis sengaja ditempatkan di hotel agar mereka tidak pulang ke rumah dan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Inilah coba dilakukan pola paling sederhana memutus penyebaran," ungkapnya.

loading...

Jangan Dianggap Enteng

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan agar masyarakat jangan menganggap enteng penyakit Covid-19, karena penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan.

Untuk itu, pihaknya tak henti mengimbau masyarakat senantiasa mengikuti segala panduan dari World Health Organization (WHO) menghindari tindakan yang bisa memicu penyebaran penyakit tersebut.

Termasuk, menaati imbauan pemerintah setempat. Semisal, imbauan agar  menerapkan physical distancing dan social distancing.

"Imbauan ini penting sekali, kalau betul-betul komitmen dan disiplin itu curvanya akan menurun angka pasien positif. Sebaliknya, pasien sembuh akan terus meningkat," terangnya.

Tapi kalau tidak disiplin, dan dianggap enteng ini maka bulan Mei diperkirakan akan banyak korban. Makanya seluruh masyarakat, untuk lebih menjaga keluarga dan mencintai keluarganya.

"Kalau sudah kontak dengan pasien Covid-19, cepat lakukan isolasi mandiri. Jangan sebaliknya berdiam, tidak memberitahukan orang sekitar. Covid-19 bukan aib. Ini virus jadi harus dilawan bersama dengan menjaga jarak dan menekan penyebarannya," paparnya.

Nurdin mengakui, memang Makassar menjadi pusat penyebaran terbesar, lalu menyusul Gowa dan Maros. Lalu meluas ke Sidrap dipicu warganya yang pulang umrah. Namun, patut disyukuri dari ke hari sudah banyak yang sembuh karena penanganan sudah sangat baik.

"Ketika satu kali tertular dan tidak ada pemberitahuan ke orang sekitar dipastikan penularannya akan berkali-kali lipat. Bisa cepat penularannya. Untuk itu semua masyarakat harus mematuhi imbauan dengan menjaga jarak, disiplin pakai masker, dan ketika merasa berkontak dengan yang positif, maka segera laporkan," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Nurdin meminta agar seluruh masyarakat senantiasa menjaga kesehatan, memperkuat imun tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Termasuk berolahraga untuk mencegah Covid-19.

"Jangan kita panik. Pokoknya nikmati saja. Jalani. Selama tidak ada penyakit bawaan, imunitas tubuh pasti kuat melawan," katanya.

Tujuh langkah yang ditempuh Pemprov Sulsel lawan Covid-19:

1. Mengawal dan memfasilitasi pemulangan sekitar 8.000 orang peserta Ijtima Dunia Zona Asia di Kabupaten Gowa.

2. Penunjukan 9 rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan pasien virus corona di Sulawesi Selatan, yaitu RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, RSUD Sayang Rakyat, RSKD Dadi, Rumah Sakit Pelamonia, RSUD Andi Makkasau, RSUD Sinjai, dan RSUD Lakipadada;

3. Memperketat pintu masuk manusia ke Sulawesi Selatan dan memasifkan sosialisasi pencegahan virus corona;

4. Pembentukan Posko dan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan yg diketuai langsung Gubernur Sulawesi Selatan;

5. Pendistribusian satu kontainer alat kesehatan yang terdiri dari 200.000 masker dan 2.500 APD lengkap untuk tenaga medis yang bertugas merawat pasien virus corona;

6. Melakukan rasionalisasi dan refocusing anggaran khususnya pada anggran non prioritas tahun 2020 dan dialokasikan untuk penanganan virus corona dan dampaknya;

7. Terkait dengan kebijakan PSBB, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa sebelum hal tersebut muncul, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan sebagian bentuk pembatasan untuk pencegahan virus corona, antara lain meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, physical distancing, dan social distancing.

Loading...
Loading...