Rabu, 08 April 2020 09:00 WITA

Protes Edaran yang Tiadakan Tarawih dan Idulfitri, Ulama Aceh Minta Jokowi Tertibkan Menag

Editor: Abu Asyraf
Protes Edaran yang Tiadakan Tarawih dan Idulfitri, Ulama Aceh Minta Jokowi Tertibkan Menag

RAKYATKU.COM - Menteri Agama, Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi Batubara diprotes ulama sekampungnya. Surat edaran yang meniadakan salat tarawih dan Idulfitri terlalu terburu-buru.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali bilang, hal yang dianjurkan surat edaran Kemenag tidak sejalan dengan protokol kesehatan. 

"Dalam protokol kesehatan saja membolehkan kegiatan seperti itu (keagamaan), tapi harus memperhatikan jarak," ujar Faisal Ali kepada CNN, Selasa (7/4/2020).

Dia menilai Menteri Agama terlalu terburu-buru dalam mengeluarkan surat edaran. Tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Kesehatan. 

"Apabila memenuhi standar kesehatan bagaimana? Kenapa kegiatan lain dibolehkan? Saya kira sebelum ada fatwa MUI, ya jangan dikeluarkan surat tersebut," tambah dia.

Faisal juga meminta Presiden Joko Widodo menertibkan anggota kabinet yang menerbitkan surat edaran ke masyarakat. 

Terutama yang berpotensi tumpang tindih dengan peraturan yang sebelumnya telah dikeluarkan.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah berjemaah di Aceh sejauh ini masih berlangsung. Dan mematuhi protokol kesehatan. Posisi tiap jemaah berjarak demi menghindari penularan virus corona.

loading...

Ketika Menag Fachrul Razi menerbitkan edaran agar salat Idul Fitri ditiadakan dan tarawih di rumah masing-masing, Faisal menganggap masyarakat akan menjadi bingung. Boleh beribadah berjemaah dengan menjaga jarak atau tidak sama sekali.

"Jadi jangan sampai banyak surat edaran yang dikeluarkan Kementerian yang membuat pemerintah daerah jadi bingung, apalagi masyarakat. Saya kira, Presiden perlu menertibkan itu," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah pandemi wabah corona (Covid-19).

Surat Edaran yang bernomor 6 tahun 2020 itu salah satu poinnya mengatur pelaksanaan salat tarawih agar dilakukan bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

Fachrul turut menginstruksikan agar pelaksanaan salat Idulfitri yang biasanya dilaksanakan secara berjemaah di masjid atau di lapangan untuk ditiadakan. 

"Silaturahim atau halalbihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idulfitri bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference," kata Menag dalam surat edaran itu.

Loading...
Loading...