Selasa, 07 April 2020 21:26 WITA

Andi Darussalam Diisolasi di RS Unhas karena Positif Covid-19, Gubernur Fokus 3 Daerah

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Andi Darussalam Diisolasi di RS Unhas karena Positif Covid-19, Gubernur Fokus 3 Daerah
Andi Darussalam Tabussalla

RAKYATKU.COM - Mantan Direktur Badan Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla dinyatakan positif Covid-19. Malam dia, Selasa (7/4/2020) dia mulai menjalani isolasi di RS Unhas.

Kabar itu diketahui dari salah seorang putranya, Devo Khaddafi. Lewat pesan singkat, sekretaris Kesbangpol Sulsel itu meminta doa dari masyarakat Sulawesi Selatan.

"Mohon doa untuk orang tua kami, Andi Darussalam Tabusalla yang telah dinyatakan positive Covid-19 dengan kategori 
OTG (Orang tanpa gejala ) dan telah dirawat di ruang isolasi RSUH malam ini," bunyi pesan itu. 

"Semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan kekuatan dan kesembuhan segera untuk beliau agar bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Amin Yaa Rabb," lanjutnya.

Andi Darussalam salah seorang tokoh sepak bola nasional. Dahulu dia terkenal karena sering tampil sebagai presenter siaran langsung sepak bola di RCTI.

Selain pernah menjadi direktur BLI, dia juga pernah menjadi manajer Tim Nasional PSSI.

Andi Darussalam yang kini berusia 69 tahun pernah dipercaya mengelola perusahaan milik Bob Hasan dan keluarga besar Aburizal Bakrie.

Setelah pulang kampung, dia dipercaya menjadi ketua umum KONI Sulsel. Sebelum digantikan Ellong Tjandra.

Andi Darussalam adalah ipar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Dia menikah dengan saudara kandun SYL, Tenri Angka Yasin Limpo.

Penanganan Corona

loading...

Pada bagian lain, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah berupaya keras agar virus corona segera usai di Sulsel. Untuk itu dia memilih fokus mengatasi episentrum penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros. 

Menurut NA, sapaan akrab Nurdin Abdullah tidak semua wilayah memiliki kesamaan. Sebelum PSBB itu dibuat, sebagian Sulsel sudah melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mulai meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, physical distancing, dan sosial distancing. 

"Kita harus berhati-hati memberlakukan (PSBB) di Sulsel karena tidak semua wilayah sama dari 24 kabupaten/kota. Episentrum penyebaran mulai dari Makassar, dan daerah penyangga kita Gowa dan Maros. Nah ini sekarang kita fokus di sini," kata Nurdin Abdullah saat video conference dengan awak media, Selasa (7/4/2020). 

Dalam kesempatan tersebut, NA juga mengingatkan bahwa Sulsel merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Para petani jika tidak menghasilkan, maka juga akan berpengaruh pada kehidupan.

"Bagaimana nantinya kalau semua petani kita dirumahkan? Sekarang ini lagi musim tanam. Jangan-jangan justru bukan corona yang membunuh kita, tapi kita mati kelaparan," ungkapnya.

Olehnya itu, NA menyebut pencegahan corona di setiap daerah di Sulsel harus dipikirkan secara bersama-sama. Sejauh ini, kata dia, Gugus Tugas Covid-19 terus melakukan upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Di antaranya, melakukan pemetaan beberapa wilayah yang memang menjadi pusat penularan.

"Mungkin perlu kita pikirkan bersama. Inovasi daerah ini penting. Bagaimana daerah masing-masing melakukan inovasi. Khusus Makassar sebagai episentrum penularan, tentu kita lebih tegas lagi memberlakukan aturan pencegahan Covid-19," lanjutnya. 

"Kita coba lakukan isolasi wilayah, apakah mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan. Tapi ini ada risikonya. Tidak mungkin orang dirumahkan tanpa diberikan bekal," katanya.


 
 

Loading...
Loading...