Senin, 06 April 2020 22:25 WITA

Pernah ke Surabaya dan Luwuk Banggai, Sopir Pengangkut Udang Diisolasi di RSUD Barru

Penulis: Achmad Afandy
Editor: Abu Asyraf
Pernah ke Surabaya dan Luwuk Banggai, Sopir Pengangkut Udang Diisolasi di RSUD Barru
dr Amis Rivai

RAKYATKU.COM,BARRU - RSUD Barru merawat satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. 

Pasien warga Barru itu mengalami sakit gejala mirip corona, seperti demam dan batuk sepulang dari Surabaya.

Juru bicara penanganan Covid-19 Barru, dr Amis Rivai mengatakan, pasien tersebut sekarang berada di kamar isolasi, dan telah menjalani rapid test.

"Kami sudah lakukan rapid test ke si PDP. Hasilnya mengarah ke Covid-19. Kami juga sudah mengambil sampel swab yang dikirim ke Makassar. Hasilnya baru bisa diketahui empat hari ke depan," kata dr Amis, Senin (6/4/2020).

Pasien tersebut awalnya masuk rumah sakit pada Minggu (6/4/2020). Dia bekerja sehari-hari sebagai sopir pengangkut udang. 

Riwayat perjalanannya pernah ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Mengantar udang. Juga pernah juga ke Luwuk Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

loading...

"Riwayat perjalanan pasien demikian. Awalnya dari Luwuk Banggai ke Surabaya. Sepulang dari sana, bermalam di Mandalle selama dua hari," tutur Amis.

"Kemudian pada hari Minggu 29 Maret 2020 berangkat lagi ke Luwuk Banggai untuk mengambil udang untuk tujuan Surabaya. Namun, dalam perjalanan yang bersangkutan sakit," sambungnya.

Menanggapi PDP tersebut, Bupati Barru Suardi Saleh mengambil langkah tegas. Dia menginstruksikan tim gugus tugas melakukan tracing kepada keluarganya di Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru.

"Tracing harus segera dilakukan. Kami tidak ingin menunggu hasilnya positif dulu baru mengambil tindakan. Tim akan menghubungi keluarga meminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara waktu mereka tidak boleh berinteraksi dengan siapa pun," ujar Suardi Saleh.
 

Loading...
Loading...