Minggu, 05 April 2020 23:03 WITA

Dipaksa Kerja 12 Jam karena RS Kekurangan Tenaga, Perawat Ini Tumbang Setiba di Rumah

Editor: Abu Asyraf
Dipaksa Kerja 12 Jam karena RS Kekurangan Tenaga, Perawat Ini Tumbang Setiba di Rumah
John Alagos

RAKYATKU.COM - Seorang perawat muda NHS meninggal setelah merawat pasien corona 12 jam. 

Dia sudah kelelahan di tempat kerja, tetapi tidak diizinkan pulang. Rumah sakit tempat kerjanya sangat kekurangan tenaga medis.

John Alagos (23) adalah perawat ketiga dan tenaga medis Inggris termuda yang diyakini menyerah pada Covid-19 yang mematikan.

Dia pingsan dan meninggal di rumah setelah 12 jam kerja yang melelahkan.

Ibunya, Gina Gustilo (50) mengatakan anaknya tidak mengenakan pakaian pelindung yang memadai di tempat kerja. 

Dia kembali ke rumah pada hari Jumat setelah shift malam. Dia mengeluh sakit kepala dan demam sepanjang malam.

"Saya bertanya, 'mengapa kamu tidak pulang?' Dia mengatakan dia telah meminta staf lain tetapi mereka mengatakan mereka kekurangan staf dan mereka tidak membiarkannya pergi," cerita Gustilo.

"Saya berkata, 'oke, ambil parasetamol'. Setelah beberapa menit, saya menemukannya membiru di tempat tidurnya," lanjut sang ibu.

loading...

Gustilo mengatakan, rekan-rekan putranya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak mengenakan pakaian pelindung yang memadai.

"Mereka mengenakan APD, tetapi tidak sepenuhnya melindungi mulut. Mereka memakai masker biasa," lanjutnya.

Setelah menemukan putranya tidak sadarkan diri di kamarnya, Gustilo segera menelepon 999 tetapi paramedis tidak dapat menolongnya.

Rumah Sakit Umum Watford mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Staf kami sepenuhnya diberi penjelasan tentang gejala Covid-19. Kami tidak akan pernah mengharapkan siapa pun untuk tetap bekerja jika mereka menunjukkan gejala-gejala ini atau memang tidak sehat dengan cara apa pun."

"Kami selalu menjaga staf kami diperbarui pada pedoman APD terbaru untuk memastikan mereka memiliki tingkat perlindungan yang tepat." 

Seorang juru bicara menambahkan, "John sangat terkenal dan akan sangat dirindukan."

Loading...
Loading...