Sabtu, 04 April 2020 12:11 WITA

Bukan Virus Corona, Lima Warga Amali Bone Tewas Tertimbun Jagung Kuning 10 Ton

Editor: Abu Asyraf
Bukan Virus Corona, Lima Warga Amali Bone Tewas Tertimbun Jagung Kuning 10 Ton
Lokasi tewasnya lima warga Bone akibat tertimpa jagung kuning.

RAKYATKU.COM,BONE - Lima warga Bone meninggal dunia, Jumat (3/4/2020). Bukan akibat virus corona yang sedang mewabah, melainkan jagung kuning. 

Lima warga dari kecamatan yang berjarak sekitar 36 kilometer dari ibu kota Kabupaten Bone itu meninggal dunia. Mereka tertimbun jagung seberat 10 ton saat mereka bernaung di gubuk kebun, Jumat (3/4/2020).

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Palongki, Kecamatan Tellusiattinge, Kabupaten Bone.

Kelima korban adalah warga Desa Waempubbu. Mereka yakni Nurgaidah (35), Becce Tang (54), Hadian (62), Umi (50), dan Kasmawati (22). Semuanya meninggal dunia di TKP.

Rakyatku.com melihat langsung TKP. Menempuh perjalanan 65 menit. Menelusuri rute jalan poros Bone-Makassar lalu berputar ke arah kanan di tugu Taccipi, Kecamatan Ulaweng menuju arah Taretta, ibu kota Kecamatan Amali.

Jalanan aspal menuju lokasi sudah banyak yang berlubang. Juga tergenang air. Terutama di jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Ulaweng-Kecamatan Tellusiattinge hingga Kecamatan Amali.

Pengendara mesti ekstra hati-hati. Apalagi Rakyatku.com menggunakan sepeda motor pada Sabtu pagi (4/4/2020) pada sekitar pukul 05.20 wita.

Sebelum ke TKP, singgah sejenak di Mapolsek Amali Polres Bone. Bertemu Kapolsek Amali, AKP Ansar Y.

Kapolsek Amali, AKP Ansar Y mengatakan, TKP sebenarnya bukan di wilayahnya. Namun, korban adalah warga Kecamatan Amali sehingga dia bersama pemerintah setempat turun ke lokasi. Termasuk anggota DPRD Bone, Hj Andriani Alimuddin Page.

AKP Ansar Y menceritakan, saat kejadian, ada 11 orang di gubuk tersebut. Enam orang berada di atas. Lima orang di kolong gubuk. Semuanya sedang bernaung sambil mengupas jagung.

Mereka datang ke Desa Palongki untuk panen jagung. Pada Jumat sore, hujan turun deras. Mereka bernaung sambil mengupas jagung yang sudah dipanen. Sekitar 10 ton.

loading...

Saat hujan deras, angin juga bertiup kencang. Gubuk yang diduga over kapasitas itu akhirnya roboh. Lima orang yang berada di kolong tertimpa bangunan dan orang di atasnya.

Salah seorang keluarga korban, Sartina mengatakan, selain lima korban jiwa, enam orang lainnya juga mengalami luka-luka.

"Yang bisa keluar waktu tertimpa reruntuhan mengalami juga luka-luka yakni Rosi, Rana, Sanawia, Juhe, Hj Eni," sebut Sartina.

Kelima orang yang meninggal dunia tersebut dimakamkan hari ini, Sabtu (4/4/2020).

Desa Palongki dikenal sebagai salah satu tempat wisata di Bone. Di sana ada sumur Lagole. Warga percaya sumur Lagole dihuni belut buntung yang tubuhnya lebih besar dari manusia dewasa normal.

Sumur Lagole juga dikenal sebagai sumur jodoh. Walaupun tak semua anak muda yang mandi di sana akhirnya ketemu jodohnya. Hanya sebatas mitos.

Desa Palongki memiliki luas sekitar 15,2 kilometer persegi. Terdiri atas empat dusun yakni Dusun Lacigai, Malampe, Palongki, dan Dusun Wempagae.

Berdasarkan sejarah, Desa Palongki sudah terbentuk sejak tahun 1940. Saat itu, Palongki berada di bawah Distrik Tanete Riattang.

Desa Palongki modern baru dihuni pada tahun 1954. Sebelumnya warga tinggal di atas gunung. Kampung mereka dibakar oleh Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kahar Muzakkar. Kemudian atas ajakan anggota TNI bernama Kamaruddin, sehingga warga pindah ke daerah yang sekarang. (Saenal Abidin/Rakyatku.com)

Loading...
Loading...