Sabtu, 04 April 2020 08:30 WITA

Salat Jumat Dibatasi Hanya Lima Orang di Pakistan, Jemaah Bentrok dengan Polisi

Editor: Abu Asyraf
Salat Jumat Dibatasi Hanya Lima Orang di Pakistan, Jemaah Bentrok dengan Polisi

RAKYATKU.COM - Semua provinsi di Pakistan memberlakukan pembatasan salat di masjid. Salat Jumat dibatasi maksimal lima orang.

Departemen Awqaf Wilayah Islamabad dan pemerintah provinsi menjelaskan, lima orang itu yakni imam, ketua takmir masjid, anggota, muazzin, dan marbot.

Sementara pemerintah Sindh memberlakukan kuncian total. Mulai jam 12 siang sampai jam 3 sore. Dalam upaya membatasi orang untuk berkumpul di masjid. 

Sebagian besar orang mematuhi arahan pemerintah. Mereka tinggal di rumah. Namun, sebagian terlibat bentrokan dengan polisi.

Di Kota Liaquatabad, Karachi, orang-orang menjadi beringas ketika mereka baru saja selesai salat di ruang bawah tanah sebuah masjid.

Mereka bentrok dengan polisi dengan melempar batu. Polisi menangkap empat orang termasuk imam masjid setempat karena melanggar kuncian dan menghasut kekerasan.

Selain Karachi, laporan-laporan tentang bentrokan juga terjadi di Larkana, Nawab Shah, Sukkur, dan Ghotki.

Namun, polisi didukung lembaga penegak hukum dan Rangers membubarkan para penghasut.

Di Punjab, Khyber Pakhtunkhwa (KP), Kashmir, GB, dan Balochistan yang dikelola Pakistan juga, salat Jumat dibatasi untuk tiga hingga lima orang.

loading...

Sebelumnya, pemerintah federal melalui para pemimpin agama dan cendekiawan telah mengeluarkan fatwa untuk mendukung pembatasan salat Jumat.

Ketua Dewan Ideologi Islam (CII), Dr Qibla Ayaz, sehari sebelumnya mendesak orang-orang untuk beribadah di rumah.

Itu satu-satunya langkah pencegahan yang efektif untuk menghindari penyebaran virus corona. 

Berbicara dalam konferensi pers di departemen pers negara, Dr Qibla mengatakan, "Kita perlu mengambil langkah-langkah pencegahan. Namun, tidak perlu menciptakan atmosfer ketakutan dari virus."

Ketua CII mengatakan, masjid-masjid harus memainkan peran sebagai pusat komunitas. Alih-alih menangkap imam, pihak berwenang harus mencari dukungan mereka dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Dia juga menyerukan non-Muslim untuk dirawat selama pandemi dan menyerukan paket bantuan ekonomi untuk orang-orang terlepas dari agama dan etnis.

Dia mendesak pemerintah, masyarakat sipil dan massa untuk bekerja bersama untuk mengalahkan virus corona.

Loading...
Loading...