Jumat, 03 April 2020 15:30 WITA

Rp123 Juta, Gaji Ketua KPK yang Usulan Kenaikannya Ramai di Tengah Wabah Corona

Editor: Abu Asyraf
Rp123 Juta, Gaji Ketua KPK yang Usulan Kenaikannya Ramai di Tengah Wabah Corona
Ketua KPK, Firli Bahuri

RAKYATKU.COM - Gaji Rp123,9 juta masih kurang? Bagi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jawabannya, iya.

Angka itu sudah termasuk tunjangan. Diputuskan sejak 2015. Payung hukumnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2015 atas perubahan kedua atas PP Nomor 29 Tahun 2006 tentang Hak Keuangan, Kedudukan Protokol, dan Perlindungan Keamanan Pimpinan KPK. 

Berdasarkan PP itu, gaji dan tunjangan ketua KPK mencapai Rp123,9 juta. Sedangkan gaji dan tunjangan wakil ketua KPK mencapai Rp112,5 juta.

Pada Juli 2019, Ketua KPK saat itu, Agus Rahardjo mengusulkan kenaikan kepada presiden. Angka itu dianggap rendah. 

"Usulan kenaikan itu bukan untuk kami yang sedang menjabat (saat itu), tapi untuk pimpinan yang akan datang, agar tetap menjaga dan meningkatkan integritasnya," kata Agus Rahardjo, Jumat (3/4/2020).

Usulan kenaikan gaji itu jadi sorotan. Apalagi Indonesia tengah menghadapi pandemi corona. Dianggap tidak tepat membicarakan kenaikan gaji.

Ketua KPK, Firli Bahuri akhirnya mengklarifikasi. Dia bilang, usulan kenaikan gaji itu disampaikan sejak pimpinan KPK era Agus Rahardjo dan kawan-kawan. 

Namun, Firli mengatakan pihaknya belum melakukan pembahasan lanjut perihal usulan itu. Menurutnya, pimpinan KPK kini masih fokus ikut serta dalam pengawasan penanganan wabah virus corona.

"Kami pimpinan KPK saat ini fokus dengan penanganan virus Corona, karena hal ini yang lebih prioritas. Saya selalu mengatakan kita sekarang fokus penanganan corona," kata Firli Bahuri.

Agus tak menampik. Dia mengatakan kenaikan gaji untuk pimpinan KPK itu diusulkan pada Juli 2019. Menurutnya, saat usulan itu diajukan kondisi negara sedang berjalan normal.

"Namun tolong dipahami, itu kami usulkan di zaman negara sedang berjalan normal. Tidak seperti sekarang ini negara dan bangsa sedang berada dalam kondisi krisis dan darurat," ujarnya.

Loading...
Loading...

Berita Terkait