Jumat, 03 April 2020 15:14 WITA

NA: Pelabuhan di Parepare Bisa Tidak Ditutup, tapi Penumpang Turun Wajib Isolasi 14 Hari

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
NA: Pelabuhan di Parepare Bisa Tidak Ditutup, tapi Penumpang Turun Wajib Isolasi 14 Hari

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Parepare menyambangi Pelabuhan Ajatappareng, Parepare, Jumat (3/4/2020).

Kedatangan NA guna memantau pelabuhan yang menjadi pintu gerbang masyarakat yang datang dari berbagai daerah masuk ke wilayah Ajatappareng. Terutama jelang Ramadan dan hari raya Idulfitri.

"Yang harus diperhatikan, jangan sampai semua mudik. Jangan sampai kita melakukan hanya fokus pada  pencegahan, tetapi pintu masuk tidak dijaga dengan baik. Itu akan menjadi masalah baru," ungkap Nurdin. 

Meski demikian, Gubernur Sulsel tidak mengambil kebijakan menutup Pelabuhan Ajatappareng. Rencanya, semua penumpang yang turun dari kapal langsung menjalani isolasi 14 hari. 

"Kalau bisa kita sepakat, kita tidak menutup, tapi semua masuk Parepare harus isolasi 14 hari. Agar masa inkubasi itu dijalani. Kalau itu selesai, baru kita yakini tidak ada masalah," tegas Nurdin.

Khusus di Sulawesi Selatan, Kota Makassar menjadi episentrum pandemi virus corona.

loading...

"Saya dan Pak Wali akan menyiapkan tempat isolasinya. Jadi, ini virus tidak membunuh manusia saja, tapi membunuh ekonomi juga. Ini juga yang harus kita pikirkan. Kita tidak melarang mudik, tapi kalau bisa kita tunda dulu mudiknya," tambah Nurdin. 

Sekkot Parepare, Iwan Asaad mengatakan, pemkot juga telah menyurat ke Kementerian Perhubungan terkait status pelabuhan antar pulau tersebut di tengah serangan wabah corona. 

Ada dua opsi yang diajukan pemkot, kata Iwan, yakni penutupan secara keseluruhan aktivitas bongkar muat barang dan penumpang. 

"Opsi kedua, pembatasan aktivitas bongkar muat penumpang turun. Kita tunggu petunjuk dari pusat," katanya.


 

Loading...
Loading...