Jumat, 03 April 2020 10:00 WITA

"Semua Akan Mati Se-Makassar," Kakesdam Hasanuddin Sesalkan Warga Tolak Jenazah Covid-19

Editor: Abu Asyraf

RAKYATKU.COM - Sudah tiga bulan, masih banyak warga yang belum paham wabah virus corona. Buktinya, penolakan pemakaman korban masih terjadi di mana-mana.

Terakhir, Kamis (2/3/2020), warga Samata Gowa menolak korban Covid-19 dimakamkan di wilayah mereka. Padahal, Pemprov Sulsel sudah menyiapkan lahan khusus seluas 1,4 hektare.

Penyiapan lahan itu dilakukan setelah terjadi penolakan di beberapa tempat. Sebelumnya, warga Antang dan Pannara juga menolak korban dimakamkan di wilayah mereka. Alasannya takut tertular.

"Kalau semuanya menolak, terus mau dikubur di mana ini? Mau diletakkan di mana? Mau diletakkan di jalan?" ujar Kepala Kesehatan Kodam (Kesdam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Ckm dr Soni Endro Cahyo Wicaksono dengan nada tinggi.  

"Kalau semuanya menolak, semua akan mati se-Makassar ini," tambah ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel dalam keterangannya melalui konferensi video, Kamis malam (2/4/2020).

loading...

Soni menjelaskan, jenazah korban Covid-19 telah dikemas sesuai standar kesehatan. Sudah dipastikan aman. Jika tidak, maka tidak mungkin petugas berani mengambil risiko untuk memakamkannya.

"Jadi ini perlu kesadaran. Kalau ada yang menolak, ini kan barang menular. Apa perlu mati semua?" kata Soni.

Penanganan tidak hanya sampai pemakaman. Setelah itu, keluarganya korban langsung tindaklanjuti dengan isolasi mandiri terlebih dahulu. Juga dicek kesehatan dan diambil sampelnya.

Loading...
Loading...