Jumat, 03 April 2020 08:30 WITA

Dokter dan Perawat Hendak Periksa Kesehatan, Warga Balas dengan Lemparan Batu

Editor: Abu Asyraf
Dokter dan Perawat Hendak Periksa Kesehatan, Warga Balas dengan Lemparan Batu
Suasana saat dokter diusir dan dilempari batu di Indore, India.

RAKYATKU.COM - Paramedis tidak hanya rentan terinfeksi Covid-19. Mereka mendapat ancaman lain yang mengerikan. Diusir dan bahkan dilempari batu oleh warga.

"Saya tidak ingin merusak pagi Anda, tetapi inilah yang terjadi di Indore," cuit pemilik akun Twitter, @Poorvaholics.

Dia mengunggah sebuah video yang menunjukkan kekerasan itu. Dokter dan tenaga medis lainnya datang untuk memeriksa kesehatan warga.

"Orang-orang menyerang dokter yang mengunjungi mereka untuk pengumpulan sampel. Tuhan memberkati kita dan dokter," lanjut cuitan itu.

Dalam video yang diambil dari ketinggian, warga terlihat mengamuk. Mengusir petugas medis. Melemparinya. Warga menolak diambil sampelnya untuk tes Covid-19.

Menurut sebuah laporan oleh Indo-Asian News Service (IANS), peristiwa itu terjadi di kawasan Tat Patti Bakhal Indore, India.

Petugas kesehatan berjumlah lima orang. Termasuk tiga dokter.

Akun Twitter @defencealerts membagikan video dari salah satu anggota tim yang menggambarkan kejadian tersebut.

"Kami takut. Mereka melempar batu ke kaki kami. Polisi yang berdiri di sekitar lokasi datang untuk menyelamatkan kami," kata staf medis itu.

loading...

"Mereka berusaha melindungi penduduk lain di wilayah itu dengan menyaring kasus yang dicurigai di kediamannya. Risiko besar diambil oleh seluruh tim pejabat kesehatan yang pergi dan ini adalah bagaimana mereka berterima kasih. Mengerikan!" lanjutnya.

Menurut saluran berita televisi yang berbasis di India, NDTV, kasus virus corona di Indore mencapai 76 persen dari seluruh kasus di negara bagian India Madhya Pradesh.

"Tim kami bekerja untuk melindungi orang-orang dari infeksi virus corona. Tetapi orang-orang melempari mereka dengan batu. Itu adalah insiden yang tidak menguntungkan," kata Kepala Petugas Medis dan Kesehatan Indore (CMHO), Pravin Jadia.

"Dua dokter wanita entah bagaimana melindungi diri mereka dengan bersembunyi di kendaraan tehsildar," tambah Jadia.

Laporan telah diajukan di kantor polisi Chhatripura. Seorang polisi mengatakan, selama insiden itu, para pengunjuk rasa juga memecahkan barikade. 

Para pejabat penyelidik mengatakan, kurangnya kesadaran di antara orang-orang tentang infeksi virus corona dan rumor yang menyebar di media sosial telah menyebabkan konfrontasi seperti itu.

Wakil Inspektur Jenderal Polisi Indore, Hari Narayan Chari Mishra mengatakan kepada IANS bahwa tidak ada yang terluka dalam insiden pelemparan batu.

"Polisi telah mendaftarkan sebuah kasus terhadap orang tak dikenal dan sedang mencari mereka," kata Mishra.
 

Loading...
Loading...