Kamis, 02 April 2020 22:30 WITA

Susah Payah Dipulangkan ke Pangkep, Bocah yang Meninggal akibat Leukemia Ditolak di Dua Pulau

Editor: Abu Asyraf
Susah Payah Dipulangkan ke Pangkep, Bocah yang Meninggal akibat Leukemia Ditolak di Dua Pulau
Bocah 10 tahun asal Pulau Sabutung ditolak warga untuk dimakamkan di kampungnya, Kamis (2/4/2020).

RAKYATKU.COM,PANGKEP - Bocah 10 tahun asal Pulau Sabutung ditolak warga untuk dimakamkan di kampungnya, Kamis (2/4/2020). Warga mengira bocah itu korban Covid-19.

WD, bocah 10 tahun itu, meninggal akibat penyakit leukemia. Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Anak dari pasangan Ramina dan Darwis itu menderita leukemia sejak setahun lalu. Dia menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wahidin Makassar.

Kepala Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Tupabbiring Utara, Muzakir mengatakan, warga menolak karena jenazah berasal dari RSUD Wahidin.

"Warga tidak setuju jenazah dimakamkan di sini karena menurut info yang berkembang di masyarakat, almarhum saat dirawat berdekatan dengan pasien Covid-19," jelasnya.

Meski sudah dijelaskan bahwa bocah itu meninggal karena leukemia, jenazah bocah itu tetap ditolak warga.

loading...

Selain ditolak di kampung halamannya, jenazah Wahid juga ditolak di kampung orang tuanya di Pulau Polewali, Desa Mattiro Labangeng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara.

Kades Mattiro Labangeng, Musmuliadi mengatakan, dirinya bersama Bhabinkamtibmas siap menfasilitasi jenazah. Namun, warga menolak dengan berbagai alasan.

"Warga mau terima asalkan jenazah sudah dimandikan dan dikafani. Jadi di sini tinggal dikebumikan," jelasnya.

Setelah ditolak di dua pulau, jenazah WD akhirnya dibawa ke Kampung Majennang, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Pangkep untuk dimakamkan.

Sebelum dibawa ke Pangkep, keluarga almarhum kesulitan mendapatkan biaya untuk pemulangan jenazah. Kedua orang tua merupakan warga kurang mampu. (Tajuddin Mustamin/Rakyatku.com) 

Loading...
Loading...