Rabu, 01 April 2020 10:38 WITA

700 Warganya Tewas dalam Sehari, Trump: Hari-Hari Sulit Terbentang di Depan

Editor: Abu Asyraf
700 Warganya Tewas dalam Sehari, Trump: Hari-Hari Sulit Terbentang di Depan
Presiden AS, Donald Trump

RAKYATKU.COM - Amerika Serikat sedang di puncak krisis. Dalam sehari, 700 warga meninggal dunia akibat Covid-19. Itu terjadi Selasa (31/3/2020).

Presiden Donald Trump akhirnya bereaksi. Dia mendesak warga Amerika untuk mengikuti langkah-langkah sosial yang ketat.

Diperkirakan dalam dua pekan ke depan, setidaknya 100 ribu warga Amerika Serikat bisa meninggal dunia akibat virus corona.

"Sangat penting bagi rakyat Amerika untuk mengikuti pedoman selama 30 hari ke depan. Ini masalah hidup dan mati," kata Trump saat konferensi pers di Gedung Putih.

Trump mengatakan dua pekan ke depan akan sangat-sangat menyakitkan.

"Kami ingin orang Amerika dipersiapkan untuk hari-hari sulit yang terbentang di depan," kata Trump.

Koordinator penanganan virus corona Gedung Putih, Deborah Birx menampilkan grafik yang menunjukkan data dan pemodelan. Menunjukkan lompatan besar dalam kematian menjadi 100.000 hingga 200.000 orang dalam dua pekan mendatang.

Trump mengatakan 2,2 juta orang bisa mati, menurut model, jika tidak ada upaya mitigasi yang dilakukan.

loading...

Dia mengutip proyeksi tinggi itu ketika mengumumkan pada hari Minggu. Dia berencana untuk memperpanjang pedoman federal daripada mengejar keinginannya yang sebelumnya dinyatakan untuk membuat ekonomi AS bergerak lagi pada Paskah pada 12 April.

"Tidak ada peluru ajaib. Tidak ada vaksin atau terapi ajaib. Itu hanya perilaku. Setiap perilaku kita diterjemahkan menjadi sesuatu yang mengubah perjalanan pandemi virus ini selama 30 hari ke depan," kata Birx kepada wartawan.

Wakil Presiden AS, Mike Pence mengatakan upaya mitigasi berdampak. 

"Kami punya alasan untuk percaya bahwa itu berhasil," kata Pence tentang pedoman itu. 

"Jangan putus asa," lanjutnya.

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengatakan, pandemi dapat membunuh antara 100.000 dan 200.000 orang di Amerika Serikat.

Dia mengatakan, semua upaya sedang dilakukan untuk membuat angka-angka itu lebih rendah. "Kami melakukan semua yang kami bisa," katanya.

Loading...
Loading...