Selasa, 31 Maret 2020 22:00 WITA

Dua Jenazah PDP Kembali Ditolak Warga, Termasuk Mantan Anggota DPRD Sulsel

Editor: Abu Asyraf
Dua Jenazah PDP Kembali Ditolak Warga, Termasuk Mantan Anggota DPRD Sulsel
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Insiden kecil kembali terjadi pada pemakaman dua jenazah bersatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Satu di antaranya mantan anggota DPRD Sulsel.

Mantan anggota DPRD Sulsel itu berinisial AP (68). Meninggal Selasa pagi (31/3/2020) sekitar pukul 11.00 wita. Sempat dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

AP rencananya dimakamkan di pemakaman Kristen Pannara, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala. Namun, mendapat penolakan dari warga sekitar. Mereka takut terinfeksi Covid-19.

Walau sudah diberi pengertian oleh petugas, warga ngotot menolak. Danramil dan lurah Bitowa harus turun tangan meredam massa. Personel Polsek Manggala juga datang mengamankan situasi.

Akhirnya, pemakaman dialihkan ke pekuburan Kristen di Panaikang. Tidak ada kendala saat petugas rumah sakit melakukan pemakaman. Dikawal anggota TNI-Polri.

Tak hanya AP yang ditolak. Seorang bocah 11 tahun juga mendapat perlakuan serupa. Anak berinisial MFH itu lebih dahulu meninggal di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Sekitar pukul 09.00.

loading...

Jenazah MFH rencananya akan dimakamkan di pekuburan umum belakang Bukit Baruga 2. Namun, warga sekitar menolak jenazah almarhum karena takut terjangkit Covid-19.

Akhirnya orang tua korban, HR meminta bantuan Danramil 11 Biringkanaya, Mayor Kav Salahuddin Basir untuk dimakamkan di pekuburan Islam Sudiang.

Sebelumnya, warga Antang juga menolak pemakaman warga berstatus PDP. Dia seorang pegawai Dinas PU Pera Sulsel. Jenazah pria tersebut akhirnya dimakamkan di Sudiang.


 

Loading...
Loading...