Senin, 30 Maret 2020 23:36 WITA

Begini Ceritanya hingga Wabup Bulukumba Tomy Satria Berstatus ODP

Penulis: Rahmatullah
Editor: Abu Asyraf
Begini Ceritanya hingga Wabup Bulukumba Tomy Satria Berstatus ODP
Tomy Satria Yulianto menjalani karantina di rumah jabatan.

RAKYATKU.COM - Senin pagi (3/3/2020), Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto kembali beraktivitas. Mengenakan seragam keki lengkap dengan lambang dan pangkat.

Namun, tak seperti biasanya, Tomy Satria menjalankan aktivitasnya dari rumah jabatannya di Jalan Matahari, Kecamatan Ujungbulu, Kota Bulukumba.

Wabup muda itu sedang menjalani isolasi di rumahnya. Ia dimasukkan dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). 

Tak mau menyembunyikan situasinya, Tomy pada Minggu (29/3/2020) mengabarkan kondisi terbarunya di akun Facebooknya.

Tomy berstatus ODP setelah istrinya, Siti Isniyah pernah melakukan kontak dengan pasien yang dinyatakan positif di Bulukumba. Ibunda almarhum Muhammad Ibrahim. 

Saat itu, Siti datang menyalurkan bantuan kepada Ibrahim dan ibunya di Desa Bontomasila, Kecamatan Gantarang.

Sambil menunggu hasil tes, keduanya diminta melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. 

loading...

Kendati begitu, Tomy dan istri tetap melaksanakan tugas. Istrinya yang juga ASN di Dinas Sosial tetap melakukan koordinasi dengan rekan kerjanya melalui aplikasi Zoom Teleconference. Hal itu pula dilakukan Tomy Satria.

Meski di dalam rumah jabatan, Tomy tetap menggumakan seragam kerja. Dilengkapi logo Pinisi dan lambang pimpinan daerah. Secangkir kopi dan botol air setia menemaninya saat rapat virtual dengan Bupati Andi Sukri A Sappewali dan sejumlah kepala OPD di Bulukumba.

"Semua koordinasi dan pekerjaan sehari-hari tetap dijalankan dirumah atau WFH (Working from Home)," kata Tomy Satria.

"Tiap hari saya rutin menjalankan tugas melalui teleconference, baik di jajaran forkopimda maupun Pemkab Bulukumba. Rapat koordinasi dengan Pak Gubernur, Pangdam, Kapolda, dan seluruh jajaran forkopimda se-Sulawesi Selatan," tambahnya.

Tomy sempat diberitakan salah satu media online terjangkit virus corona. Belakangan media tersebut meminta maaf atas kekeliruannya.


 

Loading...
Loading...