Senin, 30 Maret 2020 12:01 WITA

Tak Dijemput Ambulans, Kisah Guru Cantik Penderita Paru-Paru dan Diabetes yang Sembuh dari Covid-19

Editor: Abu Asyraf
Tak Dijemput Ambulans, Kisah Guru Cantik Penderita Paru-Paru dan Diabetes yang Sembuh dari Covid-19
Sarah Hall

RAKYATKU.COM - Sarah Hall, seorang guru sekolah menengah. Usianya 26 tahun. Dia berjuang melawan penyakit mematikan itu pekan lalu. Mengerikan. Namun, dia berhasil menaklukkannya.

Selain diabetes tipe 1, Sarah menderita kondisi yang disebut A1AT yang mempengaruhi paru-paru dan hatinya.

Pada awal Maret, Sarah mulai merasa tidak sehat. Dia kira hanya kelelahan karena tekanan mengajar. Berikutnya dia merasa lebih rentan terhadap flu daripada biasanya.

Dikutip dari Daily Telegraph, sehari setelah itu ia mengalami batuk dan disarankan oleh tempat kerjanya untuk mengasingkan diri selama empat belas hari.   

Sarah lalu menelepon saluran NHS 111. Orang di ujung telepon curiga bahwa dia memiliki virus. 

Sarah mulai merasa pusing. Dia merasa mau pingsan sepanjang waktu. Dia berusaha tetap tenang. Minum banyak air. Sambil menjauhkan pikiran dari Covid-19.  

Dua hari kemudian, dia merasa agak membaik. Napasnya menjadi lebih mudah. Demamnya mereda. Tapi sore harinya dia berkeringat. Dia menjatuhkan diri di sofa dan mulai muntah. Kehilangan kesadaran, batuk, dan berjuang untuk bernapas.   

Demamnya meningkat dan menyusut sepanjang sore. Di situ dia sempat muntah empat kali. 

Sarah masih merasa tidak yakin apakah dia harus pergi ke rumah sakit. Tidak ingin menjadi risiko infeksi bagi orang lain.

Meskipun merasa sangat tidak sehat, dia terus bekerja dari rumah. Mengirimkan pekerjaan untuk anak-anak dan merencanakan pelajaran. Meskipun tugas ini membutuhkan waktu sepuluh jam untuk menyelesaikan satu pelajaran.  

loading...

Sarah menunggu sampai malam hari berikutnya. Pada pukul 19.00 dia menelepon NHS 111 lagi. Diberi tahu dia harus menunggu sembilan jam untuk datangnya ambulans dan melakukan penilaian tatap muka.

Pada pukul 02.00 dini hari, Sarah masih menunggu. Dia mendapat panggilan balik ketiga. Sarah merasa bahwa operator telepon berusaha meyakinkannya untuk membatalkan ambulans. 

Pacar Sarah harus mengambil alih panggilan telepon, karena dia tidak bisa lagi berbicara karena sesak napas. Mereka memberi tahu mereka akan menunggu lama dan memeriksa apakah dia benar-benar menginginkan ambulans? Dia melakukannya. 

Dia mendapat panggilan balik keempat pada pukul 04.00. Operator menyebut ambulans masih berjam-jam lagi. Mereka juga tidak dapat menawarkan taksi karena itu berarti membahayakan kesehatan orang lain. 

Untungnya, Sarah baru saja membeli mobil dalam dua bulan sebelumnya. Telah menempatkan pacarnya di asuransi. Pada pukul 05.00 pagi mereka berkemas dan pergi ke Rumah Sakit Gratis Royal.

Keesokan harinya, Sarah dinyatakan positif mengidap virus corona. Dehidrasi parah, ia diberikan cairan dan kemudian dibolehkan pulang ke rumah.

Sepekan setelah gejala pertama kali muncul, akhirnya mulai berkurang. Meskipun dia masih terengah-engah untuk meniup lilin pada kue ulang tahunnya.  

Kini, dia berangsur-angsur sembuh. Meskipun memiliki riwayat penyakit paru-paru dan diabetes, Sarah berhasil menaklukkan virus corona.   

Loading...
Loading...