Senin, 30 Maret 2020 05:00 WITA

Kerap Di-PHP Pembeli, Pengusaha di Parepare Terpaksa Jual Mobil untuk Beli Masker

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
Kerap Di-PHP Pembeli, Pengusaha di Parepare Terpaksa Jual Mobil untuk Beli Masker
Rahmat Pan

RAKYATKU.COM - Salah satu mobil pikap double cabin milik Rahmat Pan (35) akhirnya laku terjual. 

Rahmat adalah pengusaha dari Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Pengusaha eksportir teripang ini memutuskan tidak melakukan barter mobil dengan masker lantaran kerap ditipu.

"Terakhir, ada warga Perumahan Antang, Makassar yang ingin melakukan barter dengan mobil warna merah. Pas saya datangi ke Makassar, HP-nya tidak aktif. Bukan kali ini saja saya di-PHP (pemberi harapan palsu)," kata dia saat dihubungi Minggu (29/3/2020).

Mobil tersebut, kata dia, sepakat dijual seharga Rp75 juta kepada seorang warga bernama Rasyid.

"Kalau mau ditunggu orang tukar masker, lama-lama tidak terealisasi. Mending saya jual, lalu beli sendiri. Selain masker, saya juga mau beli hand sanitizer dan APD. Nantinya akan saya serahkan sebagian ke RSUD Andi Makkasau dan sebagian untuk masyarakat yang membutuhkan," terangnya.

Untuk mobil double cabin berwarna hitam, dia mengaku masih menunggu penawaran lainnya.

loading...

"Ada yang tawar, tapi masih berupa uang. Niatnya saya masih barter dengan masker," katanya.

Aksi Rahmat Pan menjadi perhatian selama beberapa hari terakhir. Di balik penampilannya yang sederhana, ternyata ayah dua anak ini memiliki kepedulian tinggi.

Dua buah mobil pikap double cabin milik direktur CV Indoseafood Parepare ini hendak dibarter dengan masker kesehatan untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Sebelumnya, Rachmat menawarkan dua mobil pikap double cabin,  Mitsubishi L200 Strada Turbo lansiran 2006. Untuk model berwarna merah kombinasi abu-abu, Rachmat menawarkan barter masker sensi sebanyak 500 boks. Sedang yang warna hitam dilepas dengan mahar masker sensi sebanyak 1.500 boks.

"Semua bermula dari keadaan Parepare utamanya pada saat sekarang masker ataupun hand sanitizer susah ditemukan," jelasnya.

Loading...
Loading...