Minggu, 29 Maret 2020 17:11 WITA

Gubernur-Pangdam  Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel

Editor: Fusuy
Gubernur-Pangdam  Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel
RAPAT. Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (tengah} saat menghadiri rapat, Minggu (29/3/2020)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR-- Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah tak tinggal diam. Orang nomor satu di Sulsel ini menghadiri Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 di Balai Prajurit Jendral M Yusuf di Makassar, Minggu, 29 Maret 2020. Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 melaksanakan Rakor bersama Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Rujukan. Selain Gubernur, hadir Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Halim Pagarra, Pj Wali Kota Makassar, M. Iqbal S. Suhaeb, dan anggota DPR RI, Aliah Mustika Ilham.

Rapat ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesiap-siagaan dan kemampuan untuk memberikan pelayanan masyarakat terkait penanganan Covid-19.

Demikain juga dengan kesiapan rumah sakit rujukan dan penyangga. Pihak rumah sakit, diminta memperhatikan pasien ODP dan PDP.

Juga,  dibahas soal alat-alat dan kelengkapan yang diperlukan oleh rumah sakit. Serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pemahaman terhadap Covid-19 dan  protocol penanganannya dengan baik dan valid.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, berterima kasih atas kesediaan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka untuk menjadi Ketua Gugus Tugas. “Kita harus berterima kasih dan bersyukur, Bapak Pangdam bersedia untuk menjadi Ketua Gugus kita,” kata Nurdin Abdullah.

Diketahui, struktur organisasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah dibentuk. Terdiri dari Ketua Gugus yaitu Pangdam XIV Hasanuddin dan Wakil Ketua Gugus,  Wakapolda Sulsel. Adapula beberapa unit, antara lain; Unit Penindakan dan Peringatan Dini, Unit Sterilisasi, Unit Penegakan Disiplin, dan Unit Deteksi Awal.

Gubernur berharap, setiap unit dan unsur yang tergabung memberikan kerja yang maksimal serta memberikan masukan, termasuk apa yang diperlukan di unit masing-masing. Ia juga menyampaikan ketersediaan kamar pasien yang masih cukup untuk penanganan pasien. Untuk Rumah Sakit Sayang Rakyat dan Rumah Sakit Dadi,  memiliki 318 kamar.

Rumah Sakit Sayang Rakyat terdiri atas 118 kamar untuk disiapkan sebagai kamar isolasi dan Rumah Sakit Dadi dengan 200 kamar. “Jadi, yang belum menjadi rujukan tolong dibenahi sebagai rumah sakit penyangga," ucapnya.

Terkait dukungan bagi tim medis, mereka disiapkan hotel untuk menginap dan juga kendaraan antar jemput. Pemerintah Provinsi menyiapkan Hotel Grand Sayang, Hotel Grand Puri. Jika tidak mencukup, Hotel Dalton disiapkan dengan 250 kamar untuk memback-up. “Kenapa kita itu lakukan, agar mereka bisa bekerja nyaman dan tidak khawatir kalau pulang ke rumah,” jelasnya.

Gubernur juga sudah memerintahkan dinas terkait berkonsentrasi pada penanganan Covid-19. Pemprov juga menyiapkan dukungan ambulans sebanyak tujuh ambulans untuk standby di posko dan media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel di Gedung Manunggal.

Nurdin Abdullah meminta agar kepala daerah lebih intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemakaman korban Covid-19. Bahwa semua yang positif, tidak lagi diperkenankan kembali ke rumah. Rumah sakit sudah memberikan semua pelayanan hingga pemakaman.

“Dan masyarakat perlu memaklumi, bahwa ini sudah tidak ada pengaruh apa-apa. Apalagi, (kalau ada yang menganggap, Red) ada penularan dan sebagainya. Saya sedih sekali melihat ada yang akan dimakamkan harus ditolak. Padahal, ini bukan sebuah kejahatan. Ini adalah sebuah cobaan," ucapnya.

Pada kesempatan ini juga, mantan bupati Bantaeng ini mengharapkan informasi dan berita ataupun produksi program media yang menumbuh semangat dan bersifat positif.  “Ini agar imunitas kita naik. Jangan terus berita yang menegangkan, ini penting,” harapnya. (*)

Loading...
Loading...

Berita Terkait