Minggu, 29 Maret 2020 14:20 WITA

195 Negara Berjibaku dengan Covid-19, Korea Utara Asyik Uji Rudal Balistik ke Perairan Jepang

Editor: Abu Asyraf
195 Negara Berjibaku dengan Covid-19, Korea Utara Asyik Uji Rudal Balistik ke Perairan Jepang
Kim Jong Un dengan latar belakang rudal yang siap diluncurkan.

RAKYATKU.COM - Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timur, Minggu (29/3/2020). Ini adalah yang keempat bulan ini.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan, Korut menembakkan dua rudal balistik itu dari kota pelabuhan Wonsan. Diarahkan ke Laut Jepang yang juga dikenal sebagai Laut Timur.

"Tindakan militer semacam itu oleh Korea Utara adalah tindakan yang sangat tidak pantas. Ketika seluruh dunia mengalami kesulitan akibat wabah Covid-19," tambah pernyataan itu.

Kementerian pertahanan Tokyo mengatakan proyektil itu jatuh di bawah perairan Jepang dan zona ekonomi eksklusif negara itu.

Korut yang bersenjata nuklir belum mengeluarkan pernyataan mengenai rudal-rudal hari Minggu itu. 

Pekan lalu, Korea Utara juga menembakkan senjata pemandu taktis baru tersebut.

Media pemerintah Korea Utara mengumumkan pada hari berikutnya bahwa pemimpin negara itu, Kim Jong Un telah menerima surat dari Presiden AS Donald Trump yang merinci rencana untuk mengembangkan hubungan.

loading...

Laporan itu mengutip saudari kuat Kim, Kim Yo Jong, yang memperingatkan bahwa hubungan pribadi yang tampaknya baik antara kedua pemimpin tidak akan cukup untuk membina hubungan yang lebih luas.

Korea Utara adalah salah satu dari sedikit negara yang tersisa di dunia yang belum melaporkan kasus infeksi virus corona baru.

Tetapi wabah ini telah berubah menjadi krisis internasional besar. Lebih dari 640.000 kasus dikonfirmasi dan 30.000 meninggal di seluruh dunia.

Peluncuran hari Minggu dimaksudkan untuk menunjukkan negara itu berjalan normal selama pandemi, kata Kim Dong-yub. Dia seorang peneliti di Institute for Far Eastern Studies yang berbasis di Seoul.

Para analis mengatakan, Korut terus memperbaiki kemampuan senjatanya lebih dari setahun. Setelah pertemuan puncak antara Kim dan Trump gagal di Hanoi.
 

Loading...
Loading...