Minggu, 29 Maret 2020 13:20 WITA

Jenazah PDP Asal Gowa Dimakamkan di Sudiang Setelah Ditolak di Antang, Bupati Adnan Bilang Begini

Editor: Abu Asyraf
Jenazah PDP Asal Gowa Dimakamkan di Sudiang Setelah Ditolak di Antang, Bupati Adnan Bilang Begini
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

RAKYATKU.COM - Pasien RS Wahidin Sudirohusodo yang meninggal akhirnya dimakamkan di Sudiang. Jasadnya sempat ditolak warga di Antang.

Warga Gowa berusia 52 tahun itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Staf Dinas PU Pera Sulsel tersebut mengembuskan napas terakhir, Minggu dini hari (29/3/2020). Sekitar pukul 02.50 wita.

Rencananya akan dimakamkan di pekuburan umum Antang. Namun, warga sekitar menolak. Mereka bahkan mengusir petugas pengantar jenazah.

Jenazah itu akhirnya dikembalikan ke RS Wahidin Sudirohusodo. Namun, pihak rumah sakit menolak. Alasannya, korban harus segera dimakamkan. Petugas akhirnya membawanya pekuburan umum Sudiang. 

"Kami pemerintah kecamatan dan pemerintah Kelurahan Paccinongngang telah berkoordinasi dengan ketua kerukunan keluarga dan RW. Beliau menyampaikan bahwa almarhum telah dikubur," kata Camat Somba Opu, Agussalim, Minggu (29/3/2020).

Sementara keluarga almarhum saat ini diisolasi selama 14 hari. Pemerintah setempat akan memenuhi seluruh kebutuhannya selama masa isolasi.

loading...

"Pak RW dan warga siapkan selama masa isolasi," kata Agussalim.

Terpisah, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta masyarakat tidak takut dan panik terhadap Covid-19. Warga juga diharapkan tidak menolak jika ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Menurut orang nomor satu di Gowa ini, proses pemakaman dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dijamin aman.

"Masyarakat perlu diedukasi bahwa pemakaman memakai SOP insya Allah tidak apa-apa. Mohon agar masyarakat tidak menolak jika ada pemakaman yang meninggal akibat virus ini," kata Adnan.

"Kita sadar penyebaran corona cepat, tapi semua bisa tertangani dengan baik jika kita semua mengambil peran untuk memutus mata rantainya. Tidak dengan menolak dan mengusir mereka yang masuk daftar ODP, PDP, dan keluarganya," harap Adnan. 

Loading...
Loading...