Sabtu, 28 Maret 2020 21:15 WITA

Kenakan Masker saat Ijab Kabul, Penghulu dan Pengantin Pria Ini Justru Lakukan Ritual Berbahaya

Editor: Abu Asyraf
Kenakan Masker saat Ijab Kabul, Penghulu dan Pengantin Pria Ini Justru Lakukan Ritual Berbahaya
Suasana ijab kabul Dianto. (Foto: IST)

RAKYATKU.COM - Dianto menggenggam erat tangan penghulu. Berjabat tangan. Pada Sabtu (28/3/2020), dia memulai kehidupan baru.

Pria itu tampak mengenakan kopiah hitam. Juga mengenakan masker. Dia menirukan ucapan penghulu sambil tetap memakai masker.

Penghulu juga menggunakan masker. Sama seperti saksi dan sebagian besar tamu lainnya. Acara itu terjadi di Banjarkolot, Kota Banjar, Jawa Barat.

Acara ijab kabul sambil bersalaman itu menunjukkan sosialisasi social distancing belum minim. Belum sampai ke wilayah itu. Penghulu pun belum mengetahuinya.

Menggunakan masker cukup melindungi seseorang dari virus. Namun, ketika tangan telanjang saling bersentuhan dengan orang, justru lebih parah. Kontak fisik paling rentan terjadi penularan.

Baru-baru ini sebuah pernikahan di Malaysia berlangsung tanpa jabat tangan. Pengantin bahkan melakukan ijab kabul di pinggir jalan. Dia dengan penghulu dibatasi pagar rumah sang penghulu.

loading...

Ternyata dalam agama, berjabat tangan saat ijab kabul bukan keharusan. Ulama malah mengatakan, tidak ada dasarnya sama sekali. Ijab kabul sah tanpa jabat tangan pengantin pria dengan penghulu.

Dianto menikah dengan Eva Suhartini. Pasangan pengantin, penghulu, hingga semua pihak keluarga yang hadir menggunakan masker. Sebelum dan sesudah akad, mereka juga menggunakan hand sanitizer.  

"Meskipun was-was virus corona, mereka tetap mengutamakan standar kesehatan. Alhamdulillah akad berjalan lancar," kata Kasubaghumas Polres Banjar Bripka Shandi Rona.

Acara pernikahan itu diawasi TNI-Polri untuk mengingatkan serta mengedukasi warga untuk tetap menjaga social distancing sesuai imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri.

Loading...
Loading...