Sabtu, 28 Maret 2020 12:02 WITA

Prihatin Masyarakat Miskin akibat Covid-19, Warga Perdos Unhas Kompak Kumpul Sumbangan

Editor: Fusuy
Prihatin  Masyarakat Miskin akibat Covid-19, Warga Perdos Unhas Kompak Kumpul Sumbangan
Kompak. Warga Perdos Unhas dalam suatu kegiatan ibadah (humas/unhas)

RAKYATKU.COM--Seiring meluasnya wabah covid-19, pemerintah tampaknya semakin memperketat aktivitas warga di luar rumah. Hal itu dilakukan, karena dipandang menjadi cara paling efektif memotong rantai penularan virus yang kini semakin meresahkan warga masyarakat.

Namun, kebijakan yang dikenal dengan physical distancing (jaga jarak fisikal) itu tidak saja akan mengurangi laju perluasan wabah penyakit, tetapi juga perlu dipertimbangkan dampaknya secara sosial ekonomi pada penduduk.

Hal itu dikemukakan Dr. M. Ramli AT, sosiolog dan salah seorang inisiator pembentukan Tim Solidaritas Warga Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea untuk penanggulangan dampak wabah Covid-19. “Bagi kelompok miskin, khususnya di perkotaan, kesulitan ekonomi adalah masalah sehari-hari yang mereka hadapi. Tanpa imbauan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah saja, kesulitas ekonomi sudah cukup berat mereka hadapi,” tandasnya.

Bisa dibayangkan, kata dia, kondisi yang lebih parah bisa mereka alami seiring diterapkannya berbagai kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah. Sehingga, harus ada upaya yang dibangun bersama mengatasi masalah yang mungkin muncul.

Selain, tentu, mengharap perhatian pemerintah, inisiatif sesama warga juga perlu dibangun. Di sinilah urgensinya mengapa tim ini dibentuk agar terbangun solidaritas sosial di kalangan warga dalam mengatasi pandemi yang menjadi masalah bersama,” papar Ramli AT yang juga mengalami penundaan dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Sulsel itu untuk mematuhi kebijakan physical distancing.

Sementara itu, ekonom senior Unhas, Drs. Taslim Arifin, MA yang juga warga Perdos Unhas Tamalanrea mengungkapkan, perlunya semua orang terlibat mengatasi masalah yang ditimbulkan Covid-19.

“Orang kesehatan yang akan memikirkan dan menyelesaikan yang sakit. Sementara warga miskin yang kehilangan mata pencaharian akibat sepinya pembeli, memerlukan segera pertolongan darurat untuk mencegah wabah yang lebih berbahaya yaitu kelaparan. Yang bertanggung jawab atas hal itu adalah seluruh warga,” ungkap Taslim di WA Group Warga Perdos Tamalanrea menanggapi perlunya setiap warga bangkit bersama mengatasi masalah sosial yang ditimbulkan pandemi.

Sebagai langkah awal, tim telah mengumpulkan sejumlah paket sembako dan sumbangan dana dari sejumlah warga Perdos Unhas. Paket sembako tersebut, antara lain; beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan juga telur. Rencananya, bantuan yang kini mulai mengalir dari warga ini segera disalurkan pada warga lain yang membutuhkan, khususnya warga di sekitar perumahan. “Intinya, para dosen di perumahan ini care pada warga sekitar komplek yang telah hidup berdampingan selama ini, terutama saat ini ketika banyak yang kehilangan pendapatan akibat dirumahkan untuk mencegah penyebaran virus corona,” ungkap Prof. Dr.dr. Nurpudji Astuti, MPK, SpGK yang merupakan penginisiatif awal kegiatan ini.

Selanjutnya, Nurpudji yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran dan dikenal sebagai ahli gizi tersebut, mengharapkan aksi sosial ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh warga miskin melalui ketersediaan makanan yang bergizi. Ini tentu dampak lain yang diharapkan selain dapat mengurangi dorongan mereka untuk terpaksa ke luar rumah mencari rezeki untuk menyambung hidup.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kita ingin berperan mengurangi beban mereka pada saat yang sulit. Semoga upaya ini menjadi ladang amal bagi semua,” ujar Nurpudji menutup penjelasannya.

Meski pun inisiatif kegiatan ini dari warga, tetapi dilakukan dengan mengajak pemerintah setempat bekerja sama. Pihak Kelurahan Tamalanrea Jaya beserta ketua-ketua ORW dan ORT setempat diajak terlibat terutama dengan melakukan pendataan warga yang membutuhkan bantuan serta penyaluran bantuannya. Lurah Tamalanrea Jaya, Andi Salman Baso, SKM telah terlibat langsung dan mendukung penuh kegiatan warga ini.

Dampak wabah Covid-19 memang cukup berat dan multidimensi. Untuk itu, Ramli AT mengharap tumbuhnya solidaritas luas di masyarakat untuk bersama menanggulangi penyebaran virus tersebut beserta dampak yang ditimbulkannya.

Salah satu bentuk partispasi yang dilakukan seperti warga Komplek Perdos ini. “Kami berharap dan percaya warga komplek atau komunitas lain bisa melakukan yang lebih baik dibanding upaya kecil yang telah kami mulai. Jika perlu berkembang menjadi model gerakan masyarakat setempat di banyak wilayah lain, di mana setiap orang dapat bertindak konkrit dan segera sesuai kemampuan yang dimilikinya untuk mengatasi masalah,” ungkapnya menutup pembicaraan. (*)

Loading...
Loading...

Berita Terkait