Sabtu, 28 Maret 2020 08:36 WITA

Pakar Unhas Sebut Sektor Ekonomi Kreatif di Sinjai Menjanjikan

Penulis: Rahmatullah
Editor: Abu Asyraf
Pakar Unhas Sebut Sektor Ekonomi Kreatif di Sinjai Menjanjikan
Dr Hikmah Al (kiri)

RAKYATKU.COM - Ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan dan menjadi unggulan dalam perekonomian. Dibutuhkan dukungan semua pihak agar ekonomi kreatif terus tumbuh dan berkembang.

Demikian disampaikan tim ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas Makassar Dr Ir  Hikmah M Ali. Dia mengkaji prospek pengembangan ekonomi kreatif d Sinjai. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melebihi sektor lain. Melebihi pertumbuhan sektor energi, pertanian, perkebunan, kehutanan, jasa, industri pengolahan dan lainnya. Ini mengindikasikan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.

Potensi tersebut perlu diinventarisasi agar strategi pengembangannya lebih terarah. Pemerintah Kabupaten Sinjai menempatkan sektor ekonomi kreatif untuk terus dikembangkan.

Di Kabupaten Sinjai, kata Hikmah, prospek pengembangan ekonomi kreatif cukup besar. Daerah ini memiliki berbagai potensi yang bisa berkembang mulai dari kuliner hingga berbagai hasil kerajinan.

Ekonomi kreatif di Sinjai yang memiliki potensi besar untuk berkembang adalah kuliner. Seperti di kompleks TPI Lappa. Hanya saja perlu didukung sumber daya lain untuk meningkatkan kualitas dari sisi layanan dan suasana tempat.

loading...

"Jika selama ini fokus di Lappa dengan wisata kuliner makan malam, ke depan mungkin perlu ada kreativitas agar tidak monoton. Seperti warung di atas kapal atau di atas empang atau inovasi lainnya sehingga suasana seolah-olah makan di atas kapal," katanya.

Selain itu, lanjut Hikmah, dalam tiga tahun terakhir ini yang berkembang di Bumi Panrita Kitta adalah usaha warung kopi. Namun, ini masih perlu pengembangan. Sebab, ekonomi kreatif tidak bisa jalan tanpa inovasi yang terus dilakukan untuk mendorong perekonomian.

Dari sisi kerajian yang dihasilkan para pengrajin di Sinjai dinilai cukup banyak namun belum berprodukai secara komersial kecuali produk sapu ijuk dari Desa Gantarang. Namun, daya saing masih perlu ditingkatkan.

"Sapu ijuk ini cukup menjanjikan. Namun, masalah bahan baku yang sulit terkadang dijumpai pengrajin karena tumbuhan aren terbatas sehingga pengembangan kerajinan harus diikuti pengembangan sumber daya baru," ujarnya.
 

Tags
Loading...
Loading...