Jumat, 27 Maret 2020 22:01 WITA

Wabah Corona Berlanjut hingga Ramadan, Muhammadiyah: Tarawih Berjemaah dan Salat Id Ditiadakan

Editor: Abu Asyraf
Wabah Corona Berlanjut hingga Ramadan, Muhammadiyah: Tarawih Berjemaah dan Salat Id Ditiadakan
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Sedih jika membayangkan kondisi ini. Umat Islam melalui hari-hari Ramadan tanpa salat tarawih berjemaah seperti selama ini.

Puncaknya, salat hari raya Idulfitri pun ditiadakan. Bakal menjadi pertama kali dalam sejarah. Salat Id tidak dilaksanakan akibat wabah penyakit.

Itu jika wabah virus corona berlanjut hingga Ramadan. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah mengeluarkan maklumat. Mengantisipasi berbagai kondisi ke depan.

Surat maklumat itu bernomor 02/MLM/I.0/H/2020 tentang wabah Covid-19 dan surat bernomor 03/I.0/B/2020 tentang penyelenggaraan salat Jumat dan fardu berjemaah saat Covid-19 melanda. 

Dalam maklumatnya, Muhammadiyah menyatakan, apabila Covid-19 berlanjut hingga Ramadan dan Syawal, maka ada diputuskan beberapa hal.

Pertama, salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing. Takmir tidak perlu mengadakan salat berjemaah di masjid, musala, dan sejenisnya.

Termasuk tidak perlu melakukan rangkaian kegiatan Ramadan lainnya seperti ceramah-ceramah, tadarus berjemaah, hingga iktikaf.  

Kedua, puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya lemah. Orang tersebut wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat. 

loading...

Ketiga, untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas. Tenaga kesehatan dapat menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.

Keempat, shalat Idulfitri hukumnya sunah muakadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun, apabila wabah Covid-19 belum mereda, salat Idulfitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halalbihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan. 

Namun, apabila Covid-19 sudah mereda, salat Idulfitri dan rangkaiannya dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan pihak berwenang.

Adapun kumandang takbir Idulfitri dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat Covid-19.

Kelima, memperbanyak zakat, infak, dan sedekah, serta memaksimalkan penyalurannya untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19. 

Keenam, menggalakkan sikap berbuat baik (ihsan) dan saling menolong (taawun) di antara masyarakat, terutama kepada kelompok rentan, misalnya berbagi masker, hand sanitizer, atau mencukupi kebutuhan pokok dari keluarga yang terdampak secara langsung.

Loading...
Loading...