Jumat, 27 Maret 2020 21:30 WITA

Sehari, Pasien Corona di Iran Bertambah 2.926 Orang

Editor: Fusuy
Sehari, Pasien Corona di Iran Bertambah 2.926 Orang
MASKER. Warga Iran yang menggunakan masker untuk mengantisipasi virus Corona. (Galamedianews)

RAKYATKU.COM—Virus Corona, betul-betul menakutkan. Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa 144 korban meninggal karena  Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total kematian di negara yang bertetangga degan Iraq itu, kini berjumlah 2.378. Itu berarti tertinggi setelah Italia, Spanyol, dan China.

Sementara itu, jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Iran mencapai 32.332 dengan diumumkannya hampir tiga ribu kasus baru. Juru bicara kementerian kesehatan Kianoush Jahanpour mengatakan, 2.900 pasien yang terinfeksi dalam kondisi "parah".

Meski demikian, ada kabar gembira. Sebanyak 11.133 pasien yang dirawat,  kini telah dinyatakan sembuh. "Dalam 24 jam terakhir, kami memiliki 2.926 kasus infeksi Covid-19 yang baru dikonfirmasi di seluruh negeri," kata Jahanpour melalui telekonferensi yang disiarkan media televisi setempat, seperti dikutip AFP, Jumat (27/3).

Jahanpour menyebut, naiknya kasus infeksi virus corona di Iran disebabkan oleh banyaknya warga Iran yang "menyatakan diri" mengalami gejala infeksi dan pengetesan yang dilakukan di seluruh negeri.

Kemenkes Iran mengimbau para warga untuk mengunjungi situs daring mereka dan melaporkan gejala-gejala yang berpotensi beserta identitas. Data yang masuk dalam situs tersebut digunakan untuk mengidentifikasi jumlah potensi kasus.

Bersamaan dengan itu, pemerintah Iran juga telah memberlakukan aturan pembatasan akses yang lebih ketat. Laporan media televisi pemerintah, menunjukkan adanya pos-pos pemeriksaan polisi di pintu masuk dan keluar Teheran untuk mencegah penduduk keluar kota dan menghindari yang bukan penduduk masuk.

Pengendara yang masuk diidentifikasi berdasarkan plat mobil dan identitas mereka. Beberapa kendaraan. bahkan disita dan sejumlah pengemudi didenda karena melanggar aturan tersebut.

Langkah ini diambil menyusul serangkaian imbauan publik yang selama beberapa pekan terakhir diabaikan warga. Imbauan tersebut dilaporkan tak berhasil mencegah ratusan ribu orang keluar rumah untuk mengunjungi keluarga saat liburan Tahun Baru Persia. (*)

Loading...
Loading...

Berita Terkait