Jumat, 27 Maret 2020 14:30 WITA

Bakal Calon Kepala Daerah "Kampanye" di Tengah Wabah Corona, Ini Kata Bawaslu

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Bakal Calon Kepala Daerah
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Wabah virus corona dimanfaatkan sejumlah kandidat kepala daerah untuk bersosialisasi. Dibungkus kegiatan kemanusiaan, mereka juga berharap popularitas.

Salah satu yang banyak dilakukan yakni penyemprotan disinfektan. Marak dilakukan kandidat di sejumlah daerah. Juga menyumbangkan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis.

Tahun ini, ada 12 daerah di Sulsel yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Pemungutan suara dijadwalkan September 2020. 

Para bakal calon kepala daerah terlihat memanfaatkan wabah virus corona untuk bersosialisasi. 

loading...

"Tidak ada salahnya partai, anggota DPR atau siapapun yang ingin membantu masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan sebagai bentuk kepedulian atas merebaknya virus corona. Semua orang mesti turun tangan dan mendukung upaya tersebut," ungkap Saiful Jihad, anggota Bawaslu Sulsel, Jumat (27/3/2020).

Ia mengatakan, saat ini sewajarnya semua orang memperhatikan ataupun terlibat langsung dalam pemutusan rantai virus corona. Namun, yang tidak diperbolehkan adalah memanfaatkan anggaran negara untuk kepentingan pilkada.

"Yang menjadi catatan Bawaslu adalah jika kegiatan itu menjadi agenda yang dibiayai pemerintah, baik daerah maupun pusat. Itu tidak boleh dimanfaatkan kelompok tertentu atau pasangan bakal calon yang berniat untuk maju dalam pilkada 2020. Terhitung enam bulan sebelum penetapan calon. Itu yang dilarang, karena jika itu dilakukan, berpotensi melanggar pasal 71 UU Nomor 10 Tahun 2016," terangnya.

Tags
Loading...
Loading...