Jumat, 27 Maret 2020 07:30 WITA

Tawaran Bantuan Obat Ditanggapi Sinis Khamenei, Kasus Covid-19 AS Tertinggi di Dunia Kalahkan China

Editor: Abu Asyraf
Tawaran Bantuan Obat Ditanggapi Sinis Khamenei, Kasus Covid-19 AS Tertinggi di Dunia Kalahkan China

RAKYATKU.COM - Pantas tawaran bantuan obat Donald Trump ditanggapi sinis pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Amerika Serikat sekarang memiliki jumlah kasus positif virus corona tertinggi di dunia. Negara berpenduduk 330 juta orang itu bahkan melampaui China.

Itu data yang dikumpulkan Johns Hopkins University dan The New York Times.

Johns Hopkins mengatakan, AS memiliki 82.404 kasus. New York Times menemukan data setidaknya ada 81.321 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Sementara kasus di Italia berdiri pada Kamis (26/3/2020) mencapai 80.539. Sementara China mencatat 81.285 kasus menurut AFP.

Sebelumnya Donald Trump menawarkan bantuan obat ke Iran. Setelah melihat lonjakan kasus di negara yang penduduknya mayoritas Syiah itu. "Kalau para pejabat Iran mau," kata Trump.

Namun, tawaran itu ditanggapi sinis Khamenei. Dia justru menganggap tawaran bantuan itu bukan untuk menangani corona, melainkan untuk makin memperparahnya. Dia menyebut AS penipu.

"Gunakan saja untuk dirimu sendiri," balas Khamenei dalam pidato emosional yang disiarkan stasiun televisi Iran.

 

Rumah sakit Amerika melaporkan kewalahan dengan Covid-19. Sebanyak 40 persen orang Amerika berada diperintahkan untuk karantina demi mencegah penyebaran virus.

Setidaknya 1.178 orang telah meninggal karena Covid-19 di AS, menurut Johns Hopkins. Termasuk 100 kematian baru di New York.

loading...

Para ahli mengatakan, masih banyak orang Amerika akan mati dengan melihat jumlah kasus. Apalagi diperkirakan masih banyak yang belum terdeteksi akibat kurangnya alat tes.

Hitungan resmi untuk jumlah kasus virus corona AS berasal dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Pada Kamis malam (26/3/2020), CDC mencatat 68.440 kasus.

Kasus Kematian Terbanyak

Sementara kasus kematian terbanyak terjadi di seluruh Eropa. Totalnya lebih dari 15.000 orang menurut penghitungan AFP pada Kamis (26/3/2020).

Italia menemati urutan pertama dengan 8.165 kematian. Disusul Spanyol (4.089), kemudian Prancis dengan 1.331 kematian. 

Sementara dari kasus positif, tercatat 268.191 di seluruh Eropa. Benua yang paling parah terkena virus yang pertama kali muncul di China pada bulan Desember itu.

Sementara kematian di Inggris melonjak menjadi 578 orang. Pada Kamis, dilaporkan 115 orang meninggal dunia hanya dalam waktu 24 jam.

"Pada pukul 5 sore (1700 GMT) pada 25 Maret 2020, 578 pasien di Inggris yang dites positif virus corona telah meninggal," kata situs web resmi pemerintah, naik dari 463 pada hari Rabu.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 11.658 pada hari Kamis dari 9.529 pada hari Rabu, kementerian kesehatan mengatakan pada hari ketiga dari penutupan secara nasional yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Boris Johnson.
 

Loading...
Loading...