Kamis, 26 Maret 2020 17:48 WITA

Susahnya Tes Virus Corona, Pendeta Ini Terpaksa Keluarkan Amplop Agar Diperiksa

Editor: Abu Asyraf
Susahnya Tes Virus Corona, Pendeta Ini Terpaksa Keluarkan Amplop Agar Diperiksa
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Mark Palenske mewakili perasaan banyak orang. Pendeta di Arkansas itu harus mengeluarkan amplop agar dites oleh dokter.

Mark Palenske dan istrinya akhirnya dinyatakan positif Covid-19. Juga lebih dari 30 jemaat yang sempat berinteraksi dengan mereka.

Dalam sebuah postingan Facebook yang panjang, Pendeta Mark Palenske juga menggambarkan mual, rasa sakit, dan kelelahan yang dideritanya bersama istrinya, Dena.

Palenske juga berterima kasih kepada para pendukung dan pekerja medisnya, dan mendesak persatuan dan kasih sayang di antara sesama jemaat di tengah wabah.

"Pertama-tama, doa-doamu untuk Dena dan aku, gereja kami, komunitas kami dan negara kami sangat dihargai," tulis Palenske. 

"Kedua, aku ingin kamu menangani ancaman medis ini dengan lebih serius," lanjut dia.

Tiga puluh empat orang tertular virus itu setelah menghadiri sebuah acara di gereja Palenske awal bulan ini. Pengunjung lain masih menunggu hasil tes.

Dalam postingannya, Palenske mengatakan dia awalnya berjuang untuk diuji Covid-19. Sebelum lebih dari dua lusin orang yang terkait dengan gereja ditemukan menderita penyakit itu.

"Kami benar-benar sakit, tetapi pengujian itu tidak tersedia," tulisnya. 

"Tidak untuk kita. Dan tidak untuk lusinan di gereja," lanjut dia.

loading...

Palenske mengatakan dia harus mengeluarkan amplop dan akhirnya menemukan seorang dokter yang menyediakan tes komersial.

Pendeta juga mendesak para pengikutnya untuk mengindahkan instruksi dari otoritas kesehatan tentang jarak sosial dan mencuci tangan.

"Kita harus menjaga populasi yang terkena dampak serendah mungkin," tulisnya. 

"Tindakan kita yang mandiri dan keras kepala dapat memiliki efek yang luas pada kehidupan orang lain," pesan Palenske.

Palenske juga meminta pengikutnya untuk berdoa agar tenaga medis bisa merawat orang-orang yang telah terinfeksi virus corona.

"Saya ingat dua perawat yang bertemu kami di tempat parkir pada hari kami diuji," katanya. 

"Dunia mereka berubah dalam satu saat, dan mereka berdiri tegak menghadapi tantangan. Mereka melakukan yang terbaik, tidak hanya untuk membantu kita kembali ke kehidupan kita dan keluarga kita, tetapi untuk membantu mereka kembali ke dunia mereka juga," tutupnya.


 

Loading...
Loading...