Rabu, 25 Maret 2020 23:50 WITA

Umumkan Positif Corona, Cara Prof Idrus A Paturusi Mencegah Penularan

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Umumkan Positif Corona, Cara Prof Idrus A Paturusi Mencegah Penularan
Prof Idrus A Paturusi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Transparansi. Begitu cara yang ditempuh Prof Idrus A Paturusi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Mantan Rektor Unhas itu mengumumkan dirinya positif terpapar virus corona. Hal itu disampaikan kedua anaknya, melalui media sosial.

Prof Idrus kini berada di Ruang Isolasi Rumah Sakit Unhas. "Kami sekeluarga tidak menutup-nutupi ini karena untuk kepentingan BERSAMA," tulis Sultan Hasanuddin, putra Prof Idrus A Paturusi di akun media sosialnya, Rabu (25/3/2020).

Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menyebut, keterbukaan Prof Idrus tentunya dilandasi oleh kesadaran beliau dalam mencegah penularan Covid-19.

“Itu karena sensitifitas beliau yang tanggap bencana. Kita sangat hargai sekali. Prof Idrus ingin agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” kata Prof Dwia, Rabu malam.

Ditambahkan, peristiwa ini merupakan peringatan bagi siapa saja, bahwa siapa saja berpotensi untuk terpapar virus Covid-19.  Keterbukaan seperti yang ditunjukkan Prof Idrus adalah langkah pencegahan aktif. Ini akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.

loading...

“Mari kita bersama-sama mendoakan kesehatan dan kesembuhan beliau.  Semoga apa yang telah beliau lakukan selama ini, dedikasi, dan pengabdiannya, akan menjadi amalan untuk kesembuhan beliau. Amin,” pintanya.

Prof Idrus dikenal aktif dalam merespon setiap peristiwa kemanusiaan, termasuk membantu menangani wabah Covid-19. Prof Idrus juga diketahui aktif menggalang dan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan mengatasi pandemi Covid-19, termasuk dengan Kodam XIV Hasanuddin, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak swasta. 

Bukan kali ini saja Prof Idrus terlibat dalam masalah kemanusiaan. Ketika bencana tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004, Prof. Idrus adalah relawan pertama yang datang ke lokasi yang porak poranda.

“Beliau merupakan motor penggerak Tim Satgas Covid-19 Unhas yang intensif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar RSPTN Unhas bisa turut serta dalam pemeriksaan virus. Kemarin beliau masih kontak saya, menyampaikan bahwa beliau saja mengechek kesiapan Lab BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus.  Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut,” tandas Dwia.

Loading...
Loading...