Rabu, 25 Maret 2020 08:00 WITA

Satu PDP Meninggal saat Pemkot Sibuk Mutasi, Wakil Ketua DPRD Makassar: Kecolongan

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Satu PDP Meninggal saat Pemkot Sibuk Mutasi, Wakil Ketua DPRD Makassar: Kecolongan
Nurhaldin (kiri)

RAKYATKU.COM - Keputusan Pemkot Makassar melakukan mutasi di tengah wabah virus corona terus dipertanyakan. Apalagi seorang warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di rumah sakit swasta.

Ada 23 pejabat eselon III yang dilantik Selasa (24/3/2020). Berlangsung di ruangan sekretaris daerah (sekda) Kota Makassar di lantai Balai Kota Makassar.

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Nurhaldin NH mengatakan, tidak semestinya dilakukan di tengah situasi seperti sekarang.

"Pemerintah kota harus lebih tanggap bencana dengan adanya virus corona ini," kata Nurhaldin.

Legislator dari Partai Golkar ini menyebut langkah Pemkot di tengah gentingnya kasus Covid-19 di Makassar melanggar aturan sendiri. Pasalnya, untuk mengantisipasi penyebaran corona pemerintah telah mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

loading...

"Pemerintah kota sekarang harus fokus mengatasi masalah virus, bukan pelantikan dulu. Karena pemerintah kota juga mengimbau untuk jangan kumpul-kumpul ramai," tambahnya.

Anak politikus senior Partai Golkar, Nurdin Halid ini juga menyebut Pemerintah Kota Makassar kecolongan. Seorang PDP meninggal dunia di Rumah Sakit Grestelina, Jalan Hertasning, Makassar.

Nurhaldin menilai kasus tersebut merupakan kecerobohan pemerintah kota. Pasien yang berstatus PDP seharusnya dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Satu kecolongan seperti ini dari Dinas Kesehatan juga. Kenapa ada pasien status PDP tidak diambil alih langsung untuk rujukan ke rumah sakit pemerintah kota. Kenapa bisa seperti ini?" tambahnya.

Loading...
Loading...