Kamis, 19 Maret 2020 04:00 WITA

"Lebih Buruk daripada Perang", Lockdown Akibat Covid-19, Warga Tak Bisa ke Pemakaman Keluarga

Editor: Nur Hidayat Said
Foto: AP.

RAKYATKU.COM - Antrean pemakaman di Italia makin bertambah akibat banyaknya kasus virus Corona atau Covid-19. Jumlah pelayat pun dibatasi karena lockdown.

Dilansir Business Insider, di Bergamo, wilayah yang paling parah terkena wabah virus Corona membuat peti mati untuk memenuhi fasilitas setempat. 

Layanan pemakaman pun kewalahan, menurut The Washington Post, krematorium beroperasi 24 jam sehari.

Penguburan pun harus melalui waiting list. Peti mati telah meluap di dua kamar mayat rumah sakit dan kamar mayat pemakaman.

Italia menjadi negara yang paling parah dilanda wabah virus Corona setelah China. Kasusnya mencapai 27.000 dan 2.158 orang meninggal dunia sampai Selasa (17/3/2020).

Dalam masa lockdown ini, banyak pemakaman di Bergamo yang tidak dihadiri anggota keluarga. Pemakaman tidak boleh dihadiri lebih dari 10 pelayat.

loading...

Tindakan pencegahan ketat yang dilakukan di Italia membuat banyak masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk menghadiri pemakaman orang yang mereka cintai. 

Bahkan melihat tubuh pasien yang telah meninggal sebelum pemakaman pun tidak diizinkan.

Salah satu warga Italia, Marta Testa mengaku tidak pernah melihat ayahnya lagi setelah dibawa ke rumah sakit pada 7 Maret 2020. Sampai ayahnya meninggal pada 11 Maret 2020.

"Saya pikir ini lebih buruk daripada perang," kata Marta.

"Ayah sedang menunggu untuk dikuburkan dan kita di sini menunggu untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya," tambah Marta.

Loading...
Loading...