Rabu, 18 Maret 2020 18:30 WITA

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Makassar Tutup Anjungan Pantai Losari

Penulis: Yuniastika Datu
Editor: Nur Hidayat Said
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Makassar Tutup Anjungan Pantai Losari
Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menutup sementara Anjungan Pantai Losari selama 14 hari ke depan. Penutupan dimulai hari ini Rabu (18/3/2020) hingga 31 Maret mendatang.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, selama penutupan berlangsung, ikon con wisata Makassar ini akan dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di semua anjungan yang ada.

“Sebelumnya kami minta maaf kepada masyarakat jika ada yang merasa dirugikan atau tidak nyaman dengan kebijakan ini. Namun, percayalah ini salah satu pencegahan terbaik dalam melawan risiko penularan virus Covid-19," ungkap Iqbal, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya, Makassar memang belum dinyatakan sebagai wilayah persebaran virus, namun harus tetap siaga, tidak boleh lengah. 

"Ini bagian dari tingkat kewaspadaan dalam mengurangi kerumunan warga, memperketat social distancing, dan mengajak warga untuk melakukan self isolation atau berdiam diri di rumah untuk sementara waktu jika tidak kebutuhan yang mendesak," ujar Iqbal saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Penutupan sementara Anjungan Pantai Losari tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Makassar tertanggal 17 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Iqbal Suhaeb selaku Pj Wali Kota Makassar. 

Dalam surat itu, Iqbal menginstruksikan untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala, tanda, dan cara pencegahan penularan Covid-19. 

loading...

Selain itu, Pemkot Makassar juga menutup sementara tempat daya tarik wisata milik Pemkot Makassar, yakni Pantai Losari dan Museum Kota Makassar selama 14 hari ke depan. Selama proses penutupan akan dilakukan pembersihan dengan disinfektan.

“Kita juga melakukan pembatasan jam operasional selama 14 hari ke depan untuk pusat perbelanjaan , daya tarik wisata buatan, dan usaha pariwisata seperti Tempat Hiburan Malam (THM), tempat karaoke dan panti pijat," jelasnya. 

Pihaknya juga meminta seluruh manajemen usaha pariwisata dan tempat-tempat umum lainnya termasuk tempat ibadah menyediakan wastafel dan sabun serta melakukan kegiatan rutin berupa pengecekan ketersediaan hand sanitizer pada tempat tertentu dalam area kerja.

Selain itu, Iqbal juga meminta untuk dilakukan koordinasi secara berkala dengan puskesmas/rumah sakit yang telah dirujuk oleh Pemkot Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulsel.

"Kita meminta kepada masyarakat untuk sementara menghindari kegiatan di keramaian, membatasi aktivitas di luar rumah serta menjaga lingkungan tempat kita tinggal tetap bersih dan higienis," lanjutnya.

Langkah preventif ini dilakukan oleh Pemkot Makassar menyusul penetapan status darurat cencana Covid-19 oleh pemerintah pusat, serta penetapan sebagai pandemi oleh lembaga kesehatan dunia WHO.

Loading...
Loading...