Senin, 16 Maret 2020 17:29 WITA

Singgung Antrean Panjang Transjakarta, Jokowi Minta Kepala Daerah Berkoordinasi Pemerintah Pusat

Editor: Abu Asyraf
Singgung Antrean Panjang Transjakarta, Jokowi Minta Kepala Daerah Berkoordinasi Pemerintah Pusat
Presiden Joko Widodo

RAKYATKU.COM - Niatnya baik, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali jadi sorotan. Sosialisasi yang kurang jadi penyebabnya. Presiden Joko Widodo ikut bereaksi.

Anies memutuskan mengurangi kapasitas dan jam operasi transportasi umum. Transjakarta, MRT, dan LRT. Harapannya, warga Jakarta mengurangi aktivitas di luar rumah.

MRT yang semula keberangkatan setiap 5 sampai 10 menit, menjadi setiap 20 menit. Biasanya beroprasi 16 rangkaian, dikurangi menjadi hanya empat rangkaian. 

Waktu operasi juga dikurangi. Biasanya mulai pukul 05.00 WIB sampai 24.00 WIB. Sekarang hanya pukul 06.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB.

Ternyata kebijakan itu menimbulkan masalah. Antrean panjang terjadi di stasiun-stasiun. Harapan agar tidak ada kontak dengan banyak orang, justru terjadi sebaliknya. Desak-desakan calon penumpang tak terhindarkan.

Presiden Joko Widodo ikut menyinggung antrean panjang itu dalam pernyataan terbarunya. Dia meminta agar transportasi publik tetap disediakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Dengan catatan meningkatkan kebersihan moda transportasi tersebut baik itu kereta api, bus kota, MRT, LRT, bus Trans. Yang penting bisa mengurangi tingkat kerumuman, mengurangi antrean, dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi tersebut sehingga kita bisa menjaga jarak satu dengan yang lainnya," urai Jokowi, Senin (16/3/2020).

Jokowi juga menegaskan, semua kebijakan besar di tingkat daerah terkait dengan Covid-19 harus dibahas terlebih dahulu dengan pemerintah pusat. 

"Untuk mempermudah komunikasi, saya minta kepada daerah untuk berkonsultasi dengan kementerian terkait dan satgas Covid-19," katanya.

Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi hari ini:

Saya terus mengikuti perkembangan situasi terkait dengan Covid-19 dari waktu ke waktu dan terus memberikan perintah-perintah yang terukur agar kita bisa menghambat penyebaran virus Covid-19 dan tidak memperburuk dampak ekonomi yang bisa mempersulit kehidupan masyarakat.

loading...

Oleh karena itu semua kebijakan baik kebijakan pemerintah pusat maupun kebijakan pemerintah daerah akan dan harus ditelaah secara mendalam agar efektif menyelesaikan masalah dan tidak semakin memperburuk keadaan.

Perlu saya tegaskan yang pertama bahwa kebijakan lockdown baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat, kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown.

Sekarang ini yang paling penting yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran Covid-19.

Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah perlu untuk terus kita gencarkan untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat baik itu urusan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan layanan-layanan publik lainnya.

Transportasi publik tetap harus disediakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan catatan meningkatkan tingkat kebersihan moda transportasi tersebut baik itu kereta api, bus kota, MRT, LRT, bus Trans, yang penting bisa mengurangi tingkat kerumuman, mengurangi antrean, dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi tersebut sehingga kita bisa menjaga jarak satu dengan yang lainnya.

Yang kedua, semua kebijakan besar di tingkat daerah terkait dengan Covid-19 harus dibahas terlebih dahulu dengan pemerintah pusat. Untuk mempermudah komunikasi saya minta kepada daerah untuk berkonsultasi dengan kementerian terkait dan satgas Covid-19.

Yang ketiga, untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang disampaikan kepada publik saya juga minta agar Satgas Covid-19 menjadi satu-satunya rujukan informasi kepada masyarakat.

Terakhir, saya mengajak untuk cuci tangan yang bersih, tetap belajar, tetap bekerja, dan tetap beribadah.

Solidaritas masyarakat adalah modal sosial kita yang penting untuk menggerakkan kita bersama-sama melawan Covid-19 ini.

Loading...
Loading...